Rest in Peace: Go Gien Tjwan…

56 Viewed Redaksi 0 respond
Go Gien Tjwan
Go Gien Tjwan

Go Gien Tjwan

[22 September 1920 – 27 September 2018]

Go Gien Tjwan adalah mantan Sekjen dan salah satu dari 43 pendiri Baperki (Badan Permusyawaratan Kewarganegaraan Indonesia). Ia juga seorang doktor dan dosen pengajar ilmu sejarah; diantaranya di Universiteit van Amsterdam.

Kamis (27/9) lalu, Go meninggal dunia dengan tenang di rumah kediamannya, Amstelveen, Belanda. Ia baru saja memperingati ulang tahun ke 98 pada 22 September sebelumnya.

Hingga waktu akhir-akhir ini, Go Gien Tjwan, merupakan satu-satunya pendiri Baperki yang masih berada. Sedangkan Koleganya, Siauw Giok Tjhan, Ang Yan Goan dan ke 40 pendiri organisasi yang dibentuk pada 13 Maret 1954 lainnya sudah lebih dulu meninggal dunia.

Pada usia yang mendekati 1 abad, Go masih memiliki ingatan yang tajam akan berbagai hal penting dalam sejarah; pemikirannya masih jernih dan lugas.

Kepada seorang pendiri Baperki lainnya, yakni pengacara ternama, Yap Thiam Hien pada akhir 1988, ia dengan tegas menyatakan bahwa keterlibatannya dalam Baperki merupakan pengalaman berpolitik yang sangat mempengaruhi jalan hidupnya.

Hal ini dibenarkan pula oleh para tokoh pendiri Baperki lainnya, seperti Tjoa Sik Ien,  Oei Tjoe  Tat,  Siauw Giok Bie, Nyonya Lie Tjwan Sien, dan Phoa Thoan Hian.

Penjelasan soal urgensi organisasi Baperki ini erat berhubungan dengan masalah kewarganegaraan Indonesia dan pembangunan nasion Indonesia seutuhnya. Para pendiri Baperki pada 13 Maret 1954 bertekad mempertahankan status semua Tionghoa yang lahir di Indonesia yang berdasarkan UU Kewarganegaraan Indonesia 1946 adalah Warga Negara Indonesia.

UU tersebut menyatakan semua orang yang lahir di Indonesia adalah WNI, kecuali secara aktif menolak kewarganegaraan Indonesia di pengadilan.

Selamat Jalan… Go Gien Tjwan

Rest in Peace, Rest in Power

Don't miss the stories follow YPKP 1965 and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Ilustrasi diadakannya nonton bareng Perempuan yang Tertuduh. Foto: Hanan/Asumsi.co

Sisi Lain “Perempuan yang Tertuduh”: Para ‘Srikandi’ yang Dimarjinalkan Orba

Related posts
Your comment?
Leave a Reply