Author Archives Redaksi

illustrasi: ist
Cerpen | Coblos dengan Air Sirih-Pinang

Cerpen | Coblos dengan Air Sirih-Pinang

Oleh Dadolin Murak** Sungguh anggun ferik,1 mama  Carmen memakai kebaya dan tais2. Pagi-pagi buta, ayam baru saja berkokok, matahari belum keluar dari peraduannya, ferik Carmen telah bangun. Merebus jagung muda, panaskan air untuk membuat kopi. Ia menyiapkan makanan sebelum melangkah ke tempat... read more »

Ilustrasi oleh Deadnauval
Jejak Mao dalam Kitab Gerilya TNI 

Jejak Mao dalam Kitab Gerilya TNI 

18 August 2019 – Windu Jusuf SEBUAH tesis setebal 156 halaman diuji pada 1 Juni 2001 dan dinyatakan lulus. Penulisnya, Michael Boden, kembali memperoleh titel master setelah mendapat yang pertama dari Vanderbilt University pada 1997. Penelitian Boden menguak kiprah Friedrich Engels sebagai... read more »

Meeting KSP: Pertemuan Korban yang biasa lakukan Aksi Kamisan di depan Istana dengan staf KSP (Kantor Staf Presiden) pada Selasa (13/08/2018) pukul 10.00-13.00 di gedung KSP Kompleks Istana Bina Graha Jakarta [Foto: Bju]
Komitmen penegakan hukum dan HAM diperta...

Komitmen penegakan hukum dan HAM dipertanyakan

Temuan 346 lokasi kuburan massal korban tragedi 1965-66 dilaporkan YPKP 65 ke Presiden Issue penuntasan kasus kejahatan HAM masa lalu seperti menguap dari percaturan pada level kekuasaan. Tak ada progres signifikan menandai kemajuan langkahnya meskipun para korban, keluarga dan penyintas... read more »

Sumber foto: Wikimedia.Org
Seputar Proklamasi Kemerdekaan Kita

Seputar Proklamasi Kemerdekaan Kita

Kesaksian Soemarsono “…Ada cerita tentang Proklamasi Kemerdekaan kita yang tidak tertulis dalam sejarah resmi. Waktu kawan-kawan pemuda Menteng 31 rapat mempersiapkan Proklamasi Kemerdekaan, mereka menetapkan syarat; calon proklamator harus orang yang menolak kerjasama dengan... read more »

Bagi Soeharto dan Orde Baru-nya, penghancuran pangkalan PKI, yang diabadikan dalam sebuah monumen besar, menunjukkan dominasi absolut tentara dan bahwa Orde Baru ada di sini untuk tinggal. Gambar: Kuburan Tanpa Tanda
Pembantaian berdarah 1965-66 – di ...

Pembantaian berdarah 1965-66 – di balik kerahasiaan pembunuhan massal...

Oleh Editor PMC – 9 Agustus 2019 ULASAN: Oleh Margaret Scott Bertahun-tahun yang lalu selama kediktatoran Suharto, ketika pembunuhan massal tahun 1965-66 adalah hal yang tabu, saya mewawancarai Pramoedya Ananta Toer, salah satu penulis terhebat di Indonesia, yang hidup di bawah tahanan... read more »

Sumber foto: https://javapost.nl/2016/02/03-sarangan

Red Drive Proposals dan Kesaksian Soemarsono

Pertemuan Sarangan, 21 Juli 1948 “…Salah satu kejelekan dari Mohammad Hatta, kalau berunding dengan musuh, dia itu suka bikin perundingan tertutup. Bikin perundingan dengan... read more »

PERTEMUAN TERTUTUP: Temu Korban Tragedi 65 antara Ketua YPKP 65 Pusat, Bedjo Untung, Soe Tjen Marching dan Oei Hiem Hwie pemilik Rumah Perpustakaan "Medayu Agung" di kawasan Rungkut Surabaya [Foto: Humas YPKP 65]

Ancaman Persekusi di Temu Korban 65 Surabaya

Jam 09.50 wib Sabtu (22/6) pagi itu pintu pagar rumah perpustakaan Medayu Agung di kawasan Rungkut digoyang orang tak dikenal. Ada 5 orang berjajar di balik pagar, masih ada juga beberapa... read more »

Ilustrasi: Budiono/Jawa Pos

Cerpen | Di Manakah Kubur yang Tepat buat Mayatku Ini?

Oleh: Bonari Nabonenar MENJADI guru sekolah dasar adalah cita-cita Sutragi sejak ia masih duduk di bangku kelas rendah. Sekolah dasar. Sebab, hanya itu profesi paling terhormat yang ia... read more »

RiP | Ibu Soerip Pandu Sardjono, 84 th.

Lelayu | Tak ada lagi senyum Bu Pandu….

Lilik HS Siang itu, Bu Pandu datang ke kantor Sekber 65, Solo dengan senyum tak henti merekah. Semua orang disalami. Ia baru pulang dari RS Moewardi untuk operasi bedah mulut dan pasang... read more »

SUDARNO: Mantan tahanan politik (tapol) 65, Sudarno, yang menjadi penyembuh terapi akupunktur tengah melakukan pemeriksaan awal sebelum terapi dijalankan [Foto: Humas YPKP 65]

Dari Penyintas Tragedi 65 ke Penyembuhan Trauma [1]

Adalah Sudarno, penyintas tragedi 1965 dari Kajen yang jadi penyembuh bagi korban dan penyintas lainnya. Ia dikenal luas, terutama di kalangan mantan tahanan politik (eks Tapol) di wilayah Pekalongan... read more »