Author Archives Redaksi

mamiek2
Selamat Jalan Christina ‘Mamiek...

Selamat Jalan Christina ‘Mamiek’ Sumarmiyati…

Christina Sumarmiyati [5 Juli 1946 – 22 April 2019] “Saya ditelanjangi dan disuruh naik ke atas meja. Mereka membakar kemaluan saya dan menyiksa saya..” Terdengar suara kesaksian di ruangan itu. Gema suaranya merujit-rujit isi hati semua yang tengah berada di ruangan itu.... read more »

saras-dewi-JP
Hak Asasi Manusia dan Ambivalensi Politi...

Hak Asasi Manusia dan Ambivalensi Politik

Oleh SARAS DEWI, Dosen Filsafat Universitas Indonesia – 20 April 2019, 18:35:10 WIB INGAR bingar pilpres dan pileg akhirnya usai sudah. Indonesia telah melaksanakan pemilu. Tapi, siapa pun yang menjadi pemenang harus ingat, masih banyak persoalan yang harus diselesaikan, khususnya terkait... read more »

KEYANG: Jembatan Keyang, saksi bisu pembantaian massal para korban Tragedi 65 di Jetis, Ponorogo [Foto: Humas YPKP 65]
Dari Koblan ke Nusakambangan dan Buangan...

Dari Koblan ke Nusakambangan dan Buangan Pulau Buru [2]

Kisah Tapol Pulau Buru Musibah Pertama Unit S Pada keesokan paginya beberapa Tapol diperintahkan kembali ke Namlea untuk mengambil barang-barang yang masih tertinggal di kapal. Rudy merasa tak sanggup untuk tugas menempuh perjalanan kembali ini dan memilih tinggal di Unit 19 untuk memulai... read more »

KEYANG: Jembatan Keyang, saksi bisu pembantaian massal para korban Tragedi 65 di Jetis, Ponorogo [Foto: Humas YPKP 65]
Dari Koblan Ke Nusakambangan dan Buangan...

Dari Koblan Ke Nusakambangan dan Buangan Pulau Buru [1]

Kisah Tapol 65 Ponorogo Rumah kontrakan itu tak seberapa besar, bahkan tergolong kecil. Petaknya hanya terdiri dari kamar tidur dan ruang dapur. Bagian depan serupa teras yang hanya muat 3 kursi sekaligus berfungsi sebagai ruang tamu. Keadaannya biasa saja untuk tak dibilang sangat... read more »

Infografis: Humas YPKP 65
Jejak Kejahatan Genosida 1965 itu Nyata ...

Jejak Kejahatan Genosida 1965 itu Nyata Adanya

Catatan atas temuan 319 lokasi kuburan massal korban Jejak Genosida 1965-661 (selanjutnya disebut Genosida 65) yakni berupa kuburan massal para korban itu memang nyata ada. YPKP 65 melakukan penelusuran dan menemukan sebarannya berdasarkan temuan dan laporan para relawan di berbagai daerah... read more »

YPKP 65: Mengorganisasikan kembali  YPKP 65 Cabang Pemalang [Foto: Humas]

Korban Tragedi 65 Pemalang Bangun Kemandirian

Temu Korban Tragedi 65 Kendalsari Membangun kemandirian kolektif bagi para korban/ penyintas di tengah mandeknya upaya penyelesaian kasus kejahatan HAM berat dalam tragedi 1965-66 dan... read more »

bril.com

Mengenang Genosida Indonesia, 53 Tahun Kemudian

dalam Bijdragen tot de taal-, land- en volkenkunde / Jurnal Ilmu Humaniora dan Ilmu Sosial Asia Tenggara Penulis: Grace Leksana 1   | 19 Mar 2019   Djoko Sri Moeljono, Pembuangan... read more »

Photo-Credit: Bedjo Untung [ist]

Obituari: Trikoyo Ramidjo

Trikoyo Ramidjo   [27 Februari 1926 – 27 Februari 2019] Tri Ramidjo, Lahir di Grabag Mutihan, Kutoardjo Jawa Tengah, 27 Pebruari 1926; dari ayah Kyai Dardiri Suromidjojo Ramidjo (Kyai... read more »

SAYUDI:  Sayudi, 84 tahun (berdiri nomor 2 dari kanan) dalam foto bersama Ketua YPKP 65 Bedjo Untung yang berkunjung ke Brebes [Foto: Humas YPKP 65]

Jejak “Ruyung Kawung” di Sindangheula

 Catatan Tragedi 1965-66 Sindangheula Tragedi 1965 di Sindangheula menyisakan trauma mendalam di kalangan korban. Di perbatasan Jawa Barat dan Tengah yang masuk wilayah Brebes ini pun... read more »

SETUMBU: Roedi Subroto, penyintas Tragedi 65 tengah menunjuk lokasi kuburan massal Setumbu, pada 2 titik yang berbeda di atas tanah keluarganya [Foto: Humas YPKP 65]

Pembunuhan Tapol 65 Setumbu

Sri Sumarsih adalah kembang desa Slahung. Pada suatu senja bulan Oktober 1965, saat ia tengah menyeterika di balik jendela ruang depan, dilihatnya gerombolan jagal desa itu. Rumah ortunya ini tak... read more »