Tag Archives Kisah Tapol

180512a_karatem-RiP
In Memoriam: Michel Karatem | 27 Agustus...

In Memoriam: Michel Karatem | 27 Agustus 1934 – 11 Mei 2018

Rest in Peace: Michel Karatem, “anak negeri seribu pulau” ini lahir di kampung Ngaibor, Pulau Tarangan, Kabupaten Aru, Maluku Tenggara, 27 Agustus 1934. Menjelang 86 tahun usianya ia wafat setelah beberapa hari dirawat di RS Mayapada Modern-Land, Tangerang pada hari Jumat, 11 Mei 2018, pukul... read more »

rip_mard.1
Lelayu | Mardadi Untung | 28 April 1937 ...

Lelayu | Mardadi Untung | 28 April 1937 – 11 Mei 2018

 … satu lagi kesuma runtuh pada hari ketika Merapi terbatuk di pagi cerah bersamanya … Jumat, 11 Mei 2018, menjadi penanda waktu dimana seorang pelukis eks anggota Lekra; memenuhi panggilan kuasa Tuhannya. Mardadi Untung, 81 tahun, meninggal di RS Santa Maria, Pegatungan Mulyoharjo,... read more »

djoko-sri-muljono1
Lelayu | Ir. Djoko Sri Moeljono

Lelayu | Ir. Djoko Sri Moeljono

Djoko Sri Moeljono [ 5 Mei 1938 – 3 Mei 2018 ]   Ir. Djoko Sri Moeljono, pria Jawa Timur kelahiran di Banyuwangi, 5 Mei 1938. Dalam program tugas belajar ke luar negeri semasa pemerintahan Soekarno, dia mengambil jurusan Metalurgy dan menyelesaikan studinya di Universitas Persahabatan... read more »

pram_bbc
Mengenal Pramoedya Ananta Toer lebih dek...

Mengenal Pramoedya Ananta Toer lebih dekat lewat catatan dan surat-surat

Sastrawan kawakan Pramudya Ananta Toer, yang karyanya selama ini menjadi inspirasi orang dalam memaknai sejarah perjuangan di tengah penindasan, ternyata memiliki sisi-sisi lain yang tak banyak orang mengetahuinya. Apa saja? Hallo, Gus. Kau sudah besarkah sekarang? Kau sudah di klas 1 SD sekarang?... read more »

Ilstrasi: Sri Sulistyowati (Eyang Sri")
Ode Untuk Eyang Sri

Ode Untuk Eyang Sri

Febriana Firdaus | 25 April 2018 Nawala ini saya tulis sekitar dua jam setelah saya menerima kabar bahwa Sri Sulistyawati, atau yang lebih dikenal sebagai Eyang Sri, meninggalkan kita semua di umur 78 tahun. Ia memang sudah jatuh sakit sejak awal Maret lalu.   Siapakah Eyang Sri? Saya pertama... read more »

Di Gedung Agung Yogyakarta, Oemiyah dan Ngaisyah menurunkan bendera Jepang pada September 1945. Sumber: Wikimedia.org.

Perempuan Yogyakarta dalam Perjuangan

Nur Janti | 21 Aperil 2018; 14.00 wib Para perempuan Yogyakarta memanfaatkan apa saja, termasuk menyamar, untuk menjaga laju perjuangan. Tak sedikit yang kehilangan nyawa. TANPA... read more »

Tuba bin Abdurahim [Foto: Humas YPKP 65]

Menuju Pulau Buangan

Penulis: Bedjo Untung, sebagaimana dikisahkan oleh Tuba* Nama saya Tuba, ayah saya bernama Abdurahim. Dalam Kartu Tanda Penduduk, KTP -yang pernah ditandai “ET” itu- nama saya... read more »

sumilah.2a

RIP | Maria Goretti Sumilah

Selasa, 27 Maret2018; jam 19.30 wib di RS Panti Rini, Kalasan Sleman Maria Goretti Sumilah, lebih dikenal dengan Bu Milah, sesungguhnya adalah korban “salah tangkap” pada suatu operasi... read more »

IMG_3839

1965 dan Upeti Orang Bekuan

Rumah Broto Suar (nama disamarkan) diserbu barisan orang-orang hari itu; Jumat 19 November 1965.   Dia sendiri ditangkap pada Senin 22 November 1965, setelah 3 malam tidur di sisi sungai... read more »

GEGER GESTOK 65: Gumbul "Tirto Giri Kalangan" pada masa Tragedi 65 gagal dijadikan lokasi kuburan massal (mass-graves) meskipun telah diperintahkan otoritas militer masa itu {Foto: YPKP'65 Pacitan]

Cokrokembang, Bumi yang Menolak Jadi Kuburan Massal 65

Pucuk gunung Lawu (yang sekarang pajal bagian puncaknya) dalam suatu legenda tutur perbatasan Magetan – Ngawi tengah dipikul punakawan Semar, Gareng dan Petruk. Dari tempatnya, potongan gunung... read more »