
Saya bersama Pak Sayuta salah seorang mantan Tapol Tragedi 1965-1966 dari Banten. Pada Sabtu 13 Juni 2026 mengunjungi situs tempat Tapol alami kerja paksa.
Di Pelabuhan Karang Hantu Serang Banten inilah para Tahanan Politik (Tapol) 1965-66 dipekerjakan secara paksa oleh rejim militer Orba Suharto layaknya budak. Mereka bekerja secara manual, mengangkat lumpur dengan alat seadanya: pengki keranjang bambu, ember dan lain-lain terkadang dengan tangan kosong.
Oleh para insinyur Tapol seperti Ir. Djoko Sri Moeljono dan Ir. Suryo menyarankan gunakan kapal keruk rusak yang mangkrak di laut Indramayu.
Dengan cara kapal dipotong-potong, mesin dipreteli kemudian diangkut gunakan truk ke Serang.
Potongan kapal dan mesin dirakit, dilas …… jadilah Kapal Keruk.
Pengerukan pun berlangsung gunakan kapal keruk dan …… Pelabuhan Karang Hantu kini pun menjadi bebas lumpur dan sampah.
Perahu nelayan maupun wisata pun hilir mudik.
Jasa Tapol yang disembunyikan oleh aparat kekuasaan.
Sampai hari ini Negara/Pemerintah terus memproduksi kebohongan.
Ternyata Tapol orang-orang berhati mulia yang berikan sumbangan untuk Negara.
(bjYPKP65)