Dalam kompilasi itu meliputi Korban Hilang/Dibunuh dan Penyintas (termasuk para eksil) dalam urutan perempuan, laki-laki dan terakhir khusus para eksil (lebih kurang mencakup 260 orang yang dapat terangkum kisahnya)
********
Umi Sardjono : Jalan Teguh Pembuka Jalan Gerakan Perempuan dan Nakhoda Gerwani
Sulami eks – Sekretaris Jenderal II Gerwani, Perempuan Pejuang Yang Tak Pernah Menyerah
Kartinah Kurdi, Sekjen Gerwani : Perempuan Progresif, Perempuan Yang Tertuduh
Terempas Gelombang Pasang : Soedjinah, Wartawati, Pimpinan Gerwani dan Pendukung Bung Karno
Jejak Suharti Suwarto : Anggota DPR Hasil Pemilu 1955, Gerwani dan Komite Sentral PKI
In Memorium Eyang Lestari : Nyanyi Sunyi Srikandi Merah Gerwani Bojonegoro
Perempuan Yang Tertuduh : Kisah Christina Sumarmiyati Penyintas ’65 Yang TakKunjung Meraih Keadilan
Mia Bustam : Sebongkah Ingatan di Punggung Gelombang*
Kegigihan Pencarian Keadilan Sang Penyanyi Istana Kebanggaan Bung Karno, Nani Nurani #Penyintas65
Kejatuhan dan Hati : Jejak Penulis Perempuan S. Rukiah dan ‘Revolusi’ yang Dibungkam, Dihilangkan……
Jejak Penulis Perempuan Lekra Sugiarti Siswadi atau Damaira yang “Dihilangkan”
Onak dan Tari di Bukit Duri – Kisah Utati Perempuan Penyintas 1965 #Utati
Kisah Perempuan Penyintas 1965: Deborah Oni Ponirah 14 Tahun Dalam Penjara Sejak SMA
Sri Muhayati Penyintas ’65, Sang Pemenang Kehidupan…….
#BenangMerahPodcast [Ben Laksana dan Rara Sekar] bersama Budhisatwati Kusni – Penyintas 1965
GerakIngatan Edisi Kedua: Ina E. Slamet-Velsink: Hidup dan Karyanya
Kisah Ibu Supanah : Ia meyakini suaminya dieksekusi dan dikubur di kuburan massal wilayah Pati
Kompleks itu bernama Kodim – Kompilasi Kesaksian Svetlana Dayani, Puteri Pimpinan PKI Njoto
Kisah Sri Nasti Rukmawati eks Anggota CGMI dan Keluarga Yang Tercerai-berai Karena ‘1965’
Kisah Katri: Mengalami rentetan penyiksaan dan ditahan 11 tahun pasca-Tragedi 1965
*******
*******
*******
Jejak Yang Dihilangkan : Sumbangsih Siauw Giok Tjhan dan Baperki I Genosida Politik 1965-1966
Oei Hiem HWIE : Dari Terompet Masyarakat, Pulau Buru Hingga Medayu Agung
Kho Wan Gie, Put On, Lakon Menjadi Indonesia dan G30S [*Put On Komik Strip Pertama di Indonesia]
Siauw Giok Bie, Wayang Orang Ang Hien Hoo dan Genosida Politik/Kultural 1965-1967
Akhir Tragis Njoto | PUTAR BALIK TEMPO
Rewang : Saya Seorang Revolusioner – Dari Laskar Pesindo di Solo Hingga Gerilyawan di Blitar Selatan
Kisah Pasangan Penyintas ’65 Murad Aidit dan Nurtjahja Murad Serta Kesaksian Anak Cucunya
Hasan Raid : Perjuangan Seorang Muslim Komunis
Kisah Hardoyo Mantan Ketua Umum Consentrasi Gerakan Mahasiswa Indonesia (CGMI)
Kepingan Kisah Robby Sumolang Ketua Umum Terakhir Ikatan Pemuda Pelajar Indonesia
Giroth Wuntu : Seorang Kristen Saleh, Tokoh PKI dan Lekra Minahasa, Penulis Roman Perang Tondano
Kesaksian Heru Atmodjo tentang G30S (Bunga Bangsa yang Makamnya Dipindah Paksa dari TMPKalibata)
Joesoef Isak Sang Demokrat Sejati : Jangan Berhenti Melawan!
Rindu Kelana Sitor Situmorang :”Membaca Otobiografi Sitor, Merenungkan Perkembangan Bangsa”
HERSRI SETIAWAN :DEBU SEJARAH PENYERU PEMERDEKAAN DARI KEBODOHAN DAN RASA TAKUT
‘Hantu Sejarah’ : Sutradara Lekra Kotot Sukardi, Perintis Film Anak Indonesia
Jejak Joebar Ajoeb (Sekjen Lekra Terakhir) dan Sebuah Mocopat Kebudayaan Indonesia
Rivai Apin : Penghilangan Jejak Susastra,Lekra dan Sang ‘die hard’ Pulau Buru
Bakri Siregar, Lekra dan Sejarah Sastra Dalam Gelombang Revolusi…..
Penyair Lekra H.R. Bandaharo Menempuh Jalan Rakyat :”Tak seorang berniat pulang, walau mati menanti”
Hendra Gunawan : “Aku Dipenjara”; “12 Tahun Tidak Mandi” [Tapol Kebon Waru 1965-1978].
Melawan Lupa : Sketsa Karya dan Hidup Henk Ngantung
Kisah Djoko Pekik, Celeng dan Lintang Kemukus 1965 *Anggota Sanggar Bumi Tarung
Suhardjija Pudjanadi Dari Sanggar Bumi Tarung (Lekra), Sang Master Karya Cukil Kayu (1939-2018)
Menyongsong Fajar: Jejak Itji Tarmizi dari Sanggar Pelukis Rakyat Hingga Sanggar Bumi Tarung
Memoar Kehilangan : Trubus Sudarsono – Seni adalah Panjang, Hidup adalah Singkat
Gregorius Soeharsojo Goenito : Tiada Jalan Bertabur Bunga (MemoarPulau Buru dalam Sketsa)
Nyanyi Sunyi Seorang Bisu (‘Biografi’ – Jejak Langkah Pramoedya Ananta Toer)
PUTU OKA SUKANTA : MENULIS ADALAH PERJUANGAN UNTUK HIDUP
Menolak Merawat Dendam : Amarzan Ismail Hamid (Amarzan Loebis) dan Sejarah 1965 Yang Berkabut
Kesaksian Ilham Aidit : Terasing di Negeri Sendiri
Kisah Koesalah Soebagyo Toer, 3 Memoarnya dan Kronik-kroniknya…..
GESANG MARTOHARTONO : KERONCONG DI SIMPANG KIRI JALAN | Jasmerah Bersama Muhidin M. Dahlan
Kisah Seniman Lekra Suyud Sang Pencipta Tari Harum Bunga, Muhammad Arief Sang Pencipta Lagu Genjer-genjer dan Fitnah Lubang Buaya
Pontjopangrawit : Maestro Gamelan di Kiri Jalan, Digulis dan Hilang Pasca G30S/1965
Raka Swasta : Kisah Tahu Tempe dan Karya-karya Rupa Dari Penjara. *eks-tapol 65
Tri Ramidjo – Alumni Digul dan Pulau Buru : TAK ADA KATA PUTUS ASA DALAM KAMUS HIDUPKU
Paiman Hadi Supadmo : PETANI GURU DAN PANUTAN DARI KAMPUS BURU
Memoar Bisri Muhamad: Dari Pandeglang ke Pulau Buru – Menapak Jalan Pembuangan, Menanti Keadilan
Ziarah Sunyi Lukas Tumiso Ke Pulau Pengasingan (37 Tahun Berlalu, Aku Kembali Ke Buru)
Selamat Jalan Pak Kusnendar (Tapol Buru Selama 9 Tahun), Kegesitan dan Kerianganmu Tak Terlupakan…
Kisah Imam Ahmad, Karikaturis Harian Rakjat
Kisah ‘Sarjana’ Sanusi : Bersama Sekber 65 Memulihkan Martabat Kemanusiaan
Tedjabayu : Mutiara di Padang Ilalang – Cerita Seorang Penyintas
Gunawan Wiradi : Guru Studi dan Aksi Reforma Agraria, Survivor Genosida Intelektual 1965-1966
Jejak ‘Gubernur Sketsa’ Henk Ngantung : Gubernur Jakarta, Seniman Lekra
Gubernur Bali Anak Agung Bagus Sutedja : Dituduh Komunis dan Dihilangkan Dalam Prahara 1965-1966
Kisah Ulung Sitepu, Jenderal dan Gubernur Kiri Dari Sumatera Utara
Melacak Jejak Wakil Gubernur Jawa Tengah Soejono Atmo Yang Disingkirkan Pasca G30S
******
******
simak pula Bibliografi / Daftar Buku Memoar, Otobiografi, Biografi Penyintas ’65

******
Eksil
Kisah Gatot Wilotikto dan Waloejo Sedjati, Eksil ‘1965 di Korea Utara
Soviet dan Empat Negeri Setelahnya: Perjalanan Gde Arka Menjadi Eksil
Francisca C. Fanggidaej, Perempuan Revolusioner [#Eksil1965]
Eksil 1965 Ibrahim Isa : “Bui Tanpa Jerajak Besi”
Eksil Eyang Jono (Soegeng Soejono) : Mereka Menghormati Saya Sebagai Indonesia
Utuy T. Sontani :Raksasa DramaturgTerbesar di Masanya*, Klayaban (Eksil) di Rusia
Umar Said: Pejuang Kemanusiaan Dengan Pena dan Restoran Koperasi Indonesia [Eksil ’65]
[GerakIngatan] Ernst Utrecht: Eksil Indo dan Intelektual Gerakan Dunia Ketiga
Jalan Sunyi Eksil “Bung Soer’ (Soerjono)
Mengapa Ke Moskow – Uni Soviet? – Memoar Seorang Eksil Roesjdy Mahurun
Rony Marton : Eksil 1965 Yang Menjadi Bintang Pop Cekoslowakia
Hartoni Ubes Eksil 1965 di Cekoslowakia : “TIDAK LUPA TAPI TIDAK DENDAM”
Hidup di Pengasingan : Sardjio Mintardjo Bapak Mahasiswa Indonesia #Eksil65
Memoar Orang Terbuang : Sobron Aidit Melawan Dengan Buku Hingga Restoran #Eksil65