Suwarti: “Pejuang HAM Tak Boleh Berhenti”
CILACAP – Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan 1965-66 (YPKP 65) Perwakilan Cilacap menggelar rapat konsolidasi (21/8) yang diikuti perwakilan dan koordinator wilayah kecamatan se Kabupaten Cilacap. Rapat yang digelar di Sekretariat YPKP’65 di Kroya. Rapat ini digelar untuk merespons perkembangan pasca dibentuknya Forum 65 di Jakarta (10/8) lalu.
Sebagaimana diketahui, di tengah pasang surut upaya rekonsiliasi nasional sebagai penyelesaian tuntas tragedi 1965, belasan organisasi korban kejahatan HAM 1965-66 telah bersepakat membentuk sebuah forum bersama yang disebut Forum 65. Forum ini lahir dari tradisi Diskusi Reboan yang secara rutin digelar di LBH Jakarta.
Koordinator YPKP’65 Cabang Cilacap Suwarti menginisiasi rapat ini di rumahnya yang sekaligus difungsikan sebagai sekretariat. Hadir pada kesempatan ini Ketua Sekretariat Bersama Korban 1965 (SBK’65) wilayah eks Karesidenan Banyumas; Winaryo yang didampingi Divisi Humas dan Media YPKP’65 Pusat.
Perjuangan HAM Tak Boleh Berhenti
“Meskipun para korban tragedi 65 telah makin tua, perjuangan HAM tak boleh berhenti”, demikian Suwarti dalam sambutannya. Hal ini sekaligus mengingatkan pentingnya dilakukan regenerasi yang berkelanjutan, mengingat sebaran korban tragedi 65 di Kabupaten Cilacap yang terdiri dari 24 kecamatan itu cukup merata.
Relawan dari Kecamatan Sidareja Suryono yang memfasilitasi forum siang itu juga mengingatkan pentingnya membangun optimisme dengan berbagai cara, diantaranya dengan menggelar rapat rutin yang berfungsi untuk sebaran up-date informasi.
Sebelum rapat ditutup pada siangnya, disepakati agenda pertemuan lapanan untuk berkoordinasi. Hal ini penting, mengingat para korban yang rata-rata telah berusia lanjut, dalam perjalanan organisasinya, juga tak lepas dari kerentanan lain yang menimbulkan perbedaan persepsi dan bahkan perpecahan [Red]



Your comment?