14 Oktober 1965 : Pembunuhan Massal dan Genosida Politik 1965-1966 Dimulai dari Aceh……… (14 Oktober 1965 – 14 Oktober 2022 : 57 Tahun Genosida 1965-1966)

276 Viewed Redaksi 0 respond
Screen Shot 2022-09-15 at 5.08.28 PM

Di Sumatera, sangat masuk akal bagi pucuk pimpinan militer untuk menggunakan KOTI, Kolaga, dan komando regional di bawah kepemimpinan Mokoginta. Dokumen internal kedutaan besar AS menunjukkan bahwa Sumatera digunakan sebagai “test case” (daerah percobaan) oleh militer karena mereka bisa menerapkan darurat militer di daerah ini. Artinya, para komandan tak hanya mampu mengendalikan angkatan bersenjata tetapi juga penduduk sipil. Di Sumatera, pembunuhan di muka umum dimulai pada 7 Oktober dan berlanjut ke tahap pembunuhan massal secara sistematis yang dimulai pada 14 Oktober.

Di Jawa dan Bali, angkatan bersenjata mengoordinasikan serangan melalui komando Kostrad dan RPKAD. Pada dasarnya, komando-komando ini sangat lincah (mobile). Mereka dapat beroperasi tanpa koordinasi dengan Kodam setempat yang, di Jawa, misalnya, dianggap telah cacat karena bersimpati pada Gerakan 30 September. Sebenarnya, Jawa Tengah adalah satu-satunya tempat di mana komando militer lokalnya mendukung Gerakan 30 September (sekalipun Bali dan Sumatera Utara memiliki gubernur yang berafiliasi dengan PKI).

Kostrad pertama kali digunakan untuk melumpuhkan Gerakan 30 September di ibukota sebelum akhirnya memelopori serangan-serangan di Jawa Tengah sejak tanggal 18 Oktober. Pada Desember, RPKAD pindah ke Bali. Komandan RPKAD juga ditugaskan untuk mengoordinasi sebuah jaringan nasional regu-regu pembunuh yang terdiri dari orang-orang sipil.

Seperti halnya di Sumatera, militer di Kalimantan memiliki komando Mandala-nya sendiri di bawah komando KOTI dan Kolaga. Namun, meskipun komando Mandala II (di bawah Mayor Jenderal Maraden Panggabean) memiliki potensi operasional yang sama dengan Mandala I, tidak tampak ada kampanye pemusnahan militer di wilayah tersebut hingga Oktober 1967. Demikian pula kampanye pemusnahan militer di Indonesia Timur yang tidak dimulai hingga Desember 1965.

selengkapnya Jess Melvin; G30S/Militer: Bagaimana Soeharto Mendalangi Pembantaian 1965? – tirto.id

Buku ’65 yang Terbit pada 2018 – Pembunuhan Massal 1965: Bermula dari Aceh, Diulangi selama DOM – Jess Melvin, Irma Garnesia @tirto.id

simak pula Mekanika Penjagalan Massal : Kasus yang Mendududuan Pejagalan di Indonesia sebagai Genosida _ Jes Melvin dalam buku 1965 PADA MASA KINI: HIDUP DALAM WARISAN PERISTIWA PEMBANTAIAN MASSAL

unduh di link ini http://repository.unika.ac.id/

Kompilasi Artikel Jess Melvin dan Resensi Berkas Genosida Indonesia – Mekanika Pembunuhan Massal 1965-1966 / The Army and the Indonesian Genocide Mechanics of Mass Murder

[Situs Genosida] Puisi Senyap, Pilu,Genosida di Tanah Atjeh/Aceh 1965-1966

Kesaksian Para ‘Algojo 1965’, Lubang Pembantaian dan Kuburan Massal di Aceh ‘(*Seri Laporan Khusus BBC Indonesia Tentang Pembantaian 1965 di Aceh)

Kesaksian Ibrahim Kadir Penyair Didong Tanah Gayo Tentang Pembunuhan Massal 1965-1966 (*Penyair Didong Yang Menjadi Sumber Inspirasi Film Puisi Tak Terkuburkan – Garin Nugroho)

Genosida Akhirnya Memasuki Wacana Publik *Pustaka / Bibliografi Genosida Dalam Bahasa Indonesia

Don't miss the stories follow YPKP 1965 and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
302189827_10221328881191432_6936982445739212412_n

TABUR BUNGA di MAKAM KUBURAN MASSAL TRAGEDI 1965 PEMALANG / 17 Agustus 2022/YPKP65

Screen Shot 2022-11-12 at 1.43.11 AM

KOMUNIKE BERSAMA Menyikapi KEPPRES No.17 Tahun 2022 Tentang PENYELESAIAN PELANGGARAN HAM BERAT SECARA NON-YUDISIAL – Perhimpunan IPT65, Watch65, YPKP65

Related posts
Your comment?
Leave a Reply