Jendral! Puisi solidaritas dari Timor-Leste untuk para korban tragedi 1965 di Indonesia
10 Oktober 2017
“Ketika jurnalisme diam, sastra harus berbicara,” dalam kata-kata penulis Indonesia Seno Gumira Ajidarma, yang melaporkan tentang pembantaian Santa Cruz 1991 di Timor-Leste (Timor Timur) memecah keheningan tentang pembunuhan di Indonesia.
Ketika elit militer Indonesia mencoba meremehkan diskusi tentang pembantaian yang melanda negara mereka, pada tahun 1965, sebuah puisi baru yang kuat dari penulis Timor yang sedang berkembang, Dadolin Murak, mengungkapkan solidaritas dari Timor-Leste yang sekarang merdeka untuk para korban 1965 dan mereka yang mencoba memperdebatkan Tragedi 1965 hari ini.
***
Jendral!
Oleh: Dadolin Murak
Jendral!
Kami tak mengenal
Peristiwa kelam 30 September 65
Ketika kau datang
Kami diindoktrinasi sejarah fiksi:
Pemotongan alat kelamin
Penyiletan, pencungkilan mata
Diiringi tarian genjer-genjer di Lubang Buaya
Jendral!
Boaventura dan Nicolau Lobato tabu kami sebut
Kami kau paksa menghafal tujuh Pahlawan Revolusi
Bahkan jumlah sayap Burung Garuda pun kau paksa kami menghafalnya
Pun tanggal lahir Diponegoro dan Imam Bonjol
Tak ketinggalan moyang dan cucu-cucu Soeharto kami hafal di luar kepala
Katanya mereka contoh keluarga Pancasilais!
Jendral!
Caramu memang sadis
Dalam membasmi benih perlawanan
Selama 24 tahun
Tapi kami telah membuktikan
Bedil senjatamu tak setajam
Nyali perlawanan kami
Jendral!
Dari negeri bekas jajahanmu
Hati kami tersayat pilu
Siasat busuk yang pernah kau pakai
Untuk membungkam dan membunuh kami
Tetap kau gunakan
Terhadap anak bangsamu
Jendral!
Masih banyak soal di negeri kami
Tapi diskusi tentang sejarah
Tak pernah diserbu oleh aparat negara
diskusi adalah salah satu syarat
bagi peradaban manusia
Di negeri kami, Jenderal!
Suara adzan dan koor Alleluyah
Berkumandang bersama bagaikan sebuah sonata
Gay dan Lesbian bergandengan tangan
Tanpa rasa takut disiksa Polisi
Jendral!
Hari ini 30 September
Sejarah kelam untuk bangsamu
Juga bagi peradaban dunia
Bulan yang sama
September 99
Kau bumi-hanguskan Negeri kecil kami
Dengan bullet
Ketika Kau kalah di ballot box
Jendral!
Masih panjang litani sejarah gelap
Tragedi Mei 98 di Jantung NegeriMu
Penculikan kawan Thukul dan teman-temannya
Pembantaian di Bumi Cendrawasih
Santa Cruz, 1991 di Dili
Jendral!
Biarkan kawan-kawan kami bicara
Tentang sejarah peradaban Bangsa
Mereka adalah anak-anak sejarah kelam itu sendiri
Belajarlah dari sejarah
Laras senapanmu
Tak kan mampu membungkam
Pekikan keadilan dari Anak BangsaMu!
Dili, September 25, 2017



Your comment?