Kisah Tapol
Membunuh Palu Arit di Utara Celebes
Oleh: Andre Barahamin – 7 November 2019 Beberapa orang, bercerita tentang masa-masa kritis di awal Oktober 1965. Mengisahkan teror yang berlangsung di jazirah utara Sulawesi. MAHADI SIMBALA baru saja menamatkan sekolahnya dan merupakan anggota pimpinan tingkat kabupaten Bolaang Mongondow... read more »
Poncke Princen
Haji Johannes Cornelis (H.J.C.) Princen, lebih dikenal sebagai Poncke Princen (lahir di Den Haag, Belanda, 21 November 1925 – meninggal di Jakarta, 22 Februari 2002 pada umur 76 tahun) adalah seorang oposan sejati berkebangsaan Belanda yang pada 1949 beralih menjadi warga negara Indonesia, sejak... read more »
Fitnah dalam Sejarah Tari Harum Bunga
Oleh: Indira Ardanareswari – 28 Oktober 2019 Kisah fitnah tentang perempuan-perempuan yang melakukan tarian telanjang Harum Bunga semakin langgeng dalam narasi sejarah Orde Baru. Saina, gadis berusia 17 tahun tiba-tiba menjadi sensasi nasional setelah muncul di sebuah surat kabar ibu kota,... read more »
Tokoh Gerwani, SOBSI, dan BTI yang Ditangkap Karena Membela Sukarno
Oleh: Indira Ardanareswari – 23 Oktober 2019 Sejumlah aktivis perempuan yang ditangkap setelah PKI dinyatakan terlarang disebut “tapol perempuan masa epilog”. “Memang aku pengurus pusat organisasi yang sekarang dilarang, tapi aku tak tahu dan tak ada urusan dengan penculikan... read more »
Sepotong Ingatan dari Kamp Yang Berubah
Rosa Panggabean – 09 Oct 2019 Pada September 1965, beredar rumor bahwa terdapat sejumlah oknum tentara yang merencanakan kudeta terhadap kepemimpinan Presiden Soekarno. Merespon rumor tersebut, enam Jenderal dan satu Perwira diculik dan dibunuh pada 1 Oktober 1965. Militer Indonesia kemudian... read more »
More from Kisah Tapol
Soeprijadi Tomodihardjo | 27 Februari 1933 – 6 Oktober 2019 | R i P
Soeprijadi Tomodihardjo [27 Februari 1933 – 6 Oktober 2019] Lahir di Pare Kediri, Jawa Timur pada 27 Februari 1933. Semasa hidupnya dikenal sebagai wartawan dan sastrawan Indonesia... read more »
Commemoration of the “Orba” Prison in Tangerang*
The years between 1965-1979 were the bleakest times in Indonesia, especially in the political and humanitarian fields. Hunting, arrest, imprisonment, kidnapping, rape of women, seizure... read more »
Napak Tilas Penjara Tapol Orba di Tangerang
Tahun antara 1965-1979 adalah masa-masa paling suram di Indonesia, terutama di lapangan politik dan kemanusiaan. Perburuan, penangkapan, pemenjaraan, penculikan, perkosaan perempuan,... read more »
Kuburan Massal Penggarit Tak Boleh Hilang
Tabur bunga di kuburan massal korban Tragedi 1965-66 Pemalang [2] Dari kabin belakang mobil pengangkut para peziarah, yang didominasi ibu-ibu korban dan penyintas tragedi Gestok 1965,... read more »
Dulawi dikubur hidup-hidup di Sokawati
Tabur bunga di kuburan massal korban Tragedi 1965-66 Pemalang [1] “ Pada suatu malam ayah saya Dulawi yang tinggal di desa Karangasem, dijemput serombongan orang dan dinaikkan ke atas truk... read more »