Penjara Tangerang
Dulunya, sebelum dilarang, dalam lagu tersebut ada penggalan lirik: “Apalagi penjara Tangerang, masuk gemuk pulang tinggal tulang. Karena kerja secara paksa. Tua muda turun ke sawah”. Lirik itulah yang dianggap bermasalah oleh Orde Baru. Dalam video lagu ini di YouTube, bagian lirik tersebut disensor. Sementara pada versi baru yang belakangan dirilis, lirik “Apalagi penjara Tangerang“ diganti menjadi “Apalagi penjara zaman perang.”
D’Lloyd, Sensor Orde Baru, danG30S – tirto.id
Hidup di bui bagaikan burung
Bangun pagi makan nasi jagung
Tidur di ubin fikiran bingung
Apa daya badanku terkurung
Terompet pagi kita harus bangun
Makan diantri nasinya jagung
Tidur di ubin fikiran bingung
Apa daya badanku terkurung
( korus )
Oh kawan, dengar lagu ini
Hidup di bui menyiksa diri
Jangan sampai kau mengalami
Badan hidup terasa mati
Apalagi penjara Tangerang
Masuk gemuk pulang tinggal tulang
Kerana kerja secara paksa
Tua muda turun ke sawah
( ulang dari korus )
Napak Tilas Penjara Tapol Orba di Tangerang – ypkp1965
Salah satu tempat penahanan tapol adalah Rumah Tahanan Chusus (RTC) yang lebih populer dengan sebutan penjara Tangerang yang terkenal karena kekerasan praktek kerjapaksa. Pada masa itu, penjara ini harus menampung limpahan jumlah tapol dari penjara Salemba Jakarta. Tak kurang dari 6.000 tapol mendekam di penjara itu.
RTC Tangerang adalah penjara pemuda sejak awal ia dibangun pemerintah kolonial Hindia-Belanda pada 1927. Bangunan ini lebih dikenal sebagai Jeugd Gevangenis masa itu yang fungsinya tak lain sebagai penjara bagi pemuda bangsa Belanda maupun Pribumi.
sekilas sejarah lapas pemuda tangerang yang sempat digunakan untuk rumah tahanan khusus tapol 65
Lapas, Arsitektur Belanda yang Menyerupai Kipas
TAPAK TILAS KAMP KERJA PAKSA DI TANGERANG – kbr.id
“Sebagai korban saya meletakkan harapan. Bahwa sejarah kelam ini, adalah pelajaran yang berharga guna mencegah keberulangan dan membangun keadaban
Buku Lagu Para Tapol
Tuba bin Abdul Rochim menyimpan buku berisi lagu-lagu yang dibuat para tahanan politik Orde Baru dari penjara ke penjara.
Kisah Cinta di Tepi Sungai Cisadane
Seorang tahanan politik Orde Baru jatuh cinta pada gadis desa. Menjalin kisah di tepi Sungai Cisadane.
Derita Tahanan Politik 1965: Disetrum dan Kerja Paksa – cnnindonesia
*Kisah Tapol 65 Bedjo Untung
MAHASISWA KRIMINOLOGI UNIVERSITAS INDONESIA
KUNJUNGI SITUS
KAMP KERJA PAKSA
TAPOL 1965-66 DI CIKOKOL TANGERANG
Kelompok 5 Mahasiswa Jurusan Kriminologi Universitas Indonesia lakukan kunjungan ke lokasi bekas Kamp Kerja Paksa Cikokol Tangerang pada 19 Mei 2024 dan lakukan studi hal-ihwal Tragedi 1965-1966.
Ini bukti generasi muda mau belajar sejarah yang benar bukan hanya menerima yang dinarasikan Orba.
Para mahasiswa mengisahkan awal mulanya tertarik mengangkat topik 1965-66 karena membaca Website: https://ypkp1965.org serta setelah menonton film dokumenter EKSIL karya Lola Amalia.
Ia terkejut, bahwa sejarah yang selama ini mereka peroleh di sekolah sejak SD, SMP, SLA dan Universitas ternyata penuh kebohongan.
Dengan pengalaman ini saya mengajak: “Mari kita bongkar, terus-menerus ceritakan sejarah tragedi 1965-66 apa adanya. Kita harus melawan narasi hoax Orba yang menyesatkan, selagi Korban dan Saksi masih hidup.
Pembunuhan massal, genosida Indonesia 1965 memang dirancang oleh agen-agen Barat Amerika dan sekutunya bekerjasama dengan jenderal-jenderal kanan Angkatan Darat untuk gulingkan Presiden Sukarno.
Salam tetap semangat,
(bj YPKP65)