Artikel

Latest News on Artikel
Ilustrasi oleh Deadnauval
Jejak Mao dalam Kitab Gerilya TNI 

Jejak Mao dalam Kitab Gerilya TNI 

18 August 2019 – Windu Jusuf SEBUAH tesis setebal 156 halaman diuji pada 1 Juni 2001 dan dinyatakan lulus. Penulisnya, Michael Boden, kembali memperoleh titel master setelah mendapat yang pertama dari Vanderbilt University pada 1997. Penelitian Boden menguak kiprah Friedrich Engels sebagai... read more »

Sumber foto: Wikimedia.Org
Seputar Proklamasi Kemerdekaan Kita

Seputar Proklamasi Kemerdekaan Kita

Kesaksian Soemarsono “…Ada cerita tentang Proklamasi Kemerdekaan kita yang tidak tertulis dalam sejarah resmi. Waktu kawan-kawan pemuda Menteng 31 rapat mempersiapkan Proklamasi Kemerdekaan, mereka menetapkan syarat; calon proklamator harus orang yang menolak kerjasama dengan... read more »

Bagi Soeharto dan Orde Baru-nya, penghancuran pangkalan PKI, yang diabadikan dalam sebuah monumen besar, menunjukkan dominasi absolut tentara dan bahwa Orde Baru ada di sini untuk tinggal. Gambar: Kuburan Tanpa Tanda
Pembantaian berdarah 1965-66 – di ...

Pembantaian berdarah 1965-66 – di balik kerahasiaan pembunuhan massal...

Oleh Editor PMC – 9 Agustus 2019 ULASAN: Oleh Margaret Scott Bertahun-tahun yang lalu selama kediktatoran Suharto, ketika pembunuhan massal tahun 1965-66 adalah hal yang tabu, saya mewawancarai Pramoedya Ananta Toer, salah satu penulis terhebat di Indonesia, yang hidup di bawah tahanan... read more »

Sumber foto: https://javapost.nl/2016/02/03-sarangan
Red Drive Proposals dan Kesaksian Soemar...

Red Drive Proposals dan Kesaksian Soemarsono

Pertemuan Sarangan, 21 Juli 1948 “…Salah satu kejelekan dari Mohammad Hatta, kalau berunding dengan musuh, dia itu suka bikin perundingan tertutup. Bikin perundingan dengan imperialis yang hasilnya tidak diumumkan ke publik. Tidak seperti Bung Amir yang perundingannya terbuka, semua... read more »

Dalam pembantaian 1965-66, yang menjadi korban adalah orang-orang yang menjadi bagian dari PKI serta orang-orang yang dituduh sebagai komunis.
Pembantaian di Indonesia 1965–1966

Pembantaian di Indonesia 1965–1966

Pembantaian di Indonesia 1965–1966 adalah peristiwa pembantaian terhadap orang-orang yang dituduh komunis di Indonesia pada masa setelah terjadinya Gerakan 30 September (G30S/PKI) di Indonesia. Diperkirakan lebih dari setengah juta orang dibantai dan lebih dari satu juta orang dipenjara... read more »

Subscribe to Opini

Opini

saras-dewi-JP

Hak Asasi Manusia dan Ambivalensi Politik

Oleh SARAS DEWI, Dosen Filsafat Universitas Indonesia – 20 April 2019, 18:35:10 WIB INGAR bingar pilpres dan pileg akhirnya usai sudah. Indonesia telah melaksanakan pemilu. Tapi, siapa pun... read more »

soemarsono_suryaanta

In Memoriam Soemarsono: Tokoh Madiun 1948, Penggagas Hari Pahlawan

Wilson Obrigados* | 11 Januari 2019 Pagi 8 Januari 2019, saya menelepon Panti Soemarsono, menyampaikan rasa duka cita yang dalam ketika mendengar Soemarsono Wafat. Panti, anak dari Soemarsono, menceritakan kronologis wafatnya Soemarsono setelah dirawat dirumah sakit. “Bapak sudah pergi dengan tenang dik Wilson, dia pergi dikelilingi keluarga... read more »

Pembunuhan Massal 1965: Bermula dari Aceh, Diulangi sel...

Anggota Pemuda Rakyat, sayap pemuda Partai Komunis Indonesia (PKI), ditahan oleh milter (30/10/65). FOTO/AP

Buku ’65 yang Terbit pada 2018 Oleh: Irma Garnesia, Jess Melvin – 26 Desember 2018 The Army and the Indonesian Genocide merekonstruksi peristiwa... read more »

Negara (Masih) Mengukuhkan Kecemasan Massal

dhian

Dhianita Kusuma Pertiwi | September 30, 2018 Bagi beberapa kelompok masyarakat di Indonesia, memasuki bulan September di setiap tahun terasa lebih menarik... read more »

Sekilas Tempo Doeloe [4]

andeas_DN

Membebaskan Aidit dan Ruslan Widjajasastra Oleh: Andreas JW Entah ini karena faktor kebetulan atau memang sudah diperhitungkan, hanya selang beberapa jam... read more »

Subscribe to Wawancara

Wawancara

ilustrasi: Gatot Nurmantyo [Kredit Foto: Viva]

GAGAL TOTAL Framing Gatot Tentang “Siapa PKI”, Dibantah Ahli Seja...

Manuel Mawengkang | 29 September 2018  Gatot sedang membangun opini sesat dari para warga. Ia mengatakan bahwa kekuatan yang menghentikan kewajiban penayangan film G30SPKI adalah PKI. Ia juga... read more »

Haris Azhar [Foto: Keadilan]

Haris Azhar: “Jokowi Tidak Bisa dan Tidak Mau”

Haris Azhar:  “Jokowi Tidak Bisa dan Tidak Mau”  PADA tanggal 31 Mei 2018 Lalu Presiden Jokowi menerima korban pelanggaran HAM masa lalu yang tergabung dalam Aksi Kamisan. Dalam pertemuan itu Presiden Jokowi berjanji akan segera memanggil Jaksa Agung dan Menko   Polhukam untuk membicarakan permintaan perwakilan korban beberapa kasus HAM... read more »

Komnas HAM: “Kalau Jaksa Agung Tidak Mampu, Kami akan B...

Foto: Keadilan, Edisi 26

Mohammad Choirul Anam, Anggota Komnas HAM: “Kalau Jaksa Agung Tidak Mampu, Kami akan Bereskan” JAKSA Agung HM Prasetyo menyebut sulit untuk kasus... read more »

Soal dokumen rahasia AS, Agus Widjojo: Isu hantu komuni...

Menurut Agus Widjojo, penulisan ulang sejarah tidak bisa dilakukan tanpa rekonsiliasi. [BBC INDONESIA]

19 Oktober 2017 Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) Letnan Jenderal (Purn) Agus Widjojo mengatakan isu komunis akan selalu digunakan oleh mereka... read more »

Rocky Gerung: “Ketakutan Muncul Negara Komunis Se...

TIRTOID-ROCKY_GERUNG_ratio-16x9

DPR memasukkan komunisme, Marxisme dan Leninisme sebagai paham terlarang dalam revisi R-KUHP. Bagi setiap orang yang menyebarkan ajaran tersebut di muka publik... read more »

More from Artikel

Sri dan orangtuanya, ayahnya dalam seragam petugas kepolisiannya.

Teror di Tandes

oleh Dahlia Gratia Setiyawan – 24 Jan 2010 Pada hari-hari segera setelah 1 Oktober 1965, unit tentara dan warga sipil di Surabaya – yang dikenal sebagai basis PKI – mulai... read more »

Dalam foto 4 September 2016 ini, Sabar, mantan tahanan politik yang dipenjara selama delapan tahun tanpa diadili karena menjadi anggota Front Petani, salah satu organisasi massa Partai Komunis Indonesia, berjalan di hutan jati tempat kuburan massal berlokasi, di Darupono, Jawa Tengah, Indonesia.
[Kredit Gambar: AP Photo / Dita Alangkara]

Ke Pulau Buru: Perjalanan ke Sisi Gelap Masa Lalu Indonesia

Oleh Duncan Graham – 07 Mei 2019 Kisah Mars Noersmono adalah kisah orang pertama tentang rasa malu suatu bangsa. Mars Noersmono memiliki kisah yang ingin dia ceritakan. Ini sangat... read more »

Sebuah papan iklan di Tel Aviv untuk "Eva Stories," sebuah proyek pendidikan Holocaust. KreditKreditDan Balilty untuk The New York Times

Kisah Holocaust untuk Generasi Media Sosial

Oleh Isabel Kershner* – 30 April 2019 JERUSALEM – Posting Instagram remaja ini mulai dengan cukup menyenangkan. Eva Heyman, yang baru saja mendapatkan tumit pertama untuk... read more »

KEYANG: Jembatan Keyang, saksi bisu pembantaian massal para korban Tragedi 65 di Jetis, Ponorogo [Foto: Humas YPKP 65]

Dari Koblen ke Nusakambangan dan Buangan Pulau Buru [2]

Kisah Tapol Pulau Buru Musibah Pertama Unit S Pada keesokan paginya beberapa Tapol diperintahkan kembali ke Namlea untuk mengambil barang-barang yang masih tertinggal di kapal. Rudy... read more »

KEYANG: Jembatan Keyang, saksi bisu pembantaian massal para korban Tragedi 65 di Jetis, Ponorogo [Foto: Humas YPKP 65]

Dari Koblen Ke Nusakambangan dan Buangan Pulau Buru [1]

Kisah Tapol 65 Ponorogo Rumah kontrakan itu tak seberapa besar, bahkan tergolong kecil. Petaknya hanya terdiri dari kamar tidur dan ruang dapur. Bagian depan serupa teras yang hanya muat 3 kursi... read more »