Bukan Cuma Angka, Mereka Bernama dan Sepenuhnya Manusia: Kompilasi Kisah Hidup 260 Korban dan Penyintas ’65

391 Viewed Redaksi 0 respond

Dalam kompilasi itu meliputi Korban Hilang/Dibunuh dan Penyintas (termasuk para eksil) dalam urutan perempuan, laki-laki dan terakhir khusus para eksil (lebih kurang mencakup 260 orang yang dapat terangkum kisahnya)

********

Umi Sardjono : Jalan Teguh Pembuka Jalan Gerakan Perempuan dan Nakhoda Gerwani

Sulami eks – Sekretaris Jenderal II Gerwani, Perempuan Pejuang Yang Tak Pernah Menyerah

Kartinah Kurdi, Sekjen Gerwani : Perempuan Progresif, Perempuan Yang Tertuduh

Terempas Gelombang Pasang : Soedjinah, Wartawati, Pimpinan Gerwani dan Pendukung Bung Karno

‘Mimpi Perempuan Petani Indonesia’: Jejak Maasje Siwi, Sekretaris Umum Gerwani & Redaktur API Kartini *pencipta lagu Tetap Senyum Menjelang Fajar bersama Z. Nungtjik A.R.

“Teladan Keberanian Yang Hampir Tak Bisa Dipercaya”* – Kisah Sri Ambar (Sriasih Ambarukmiyati) Anggota Gerwani dan Biro Perempuan Dewan Nasional SOBSI

Perjuangan Setiati Surasto di Kancah Nasional & Internasional Untuk Kemerdekaan, Hak Buruh, Hak Perempuan dan Perdamaian Dunia *Ia sempat menjadi Sekretaris the World Federation of Trade Unions di Praha

Jejak Suharti Suwarto : Anggota DPR Hasil Pemilu 1955, Gerwani dan Komite Sentral PKI

Mengenang Dr Soetanti (Istri D.N Aidit) dan Ny. Mudikdio : …. kisah dua perempuan yang paling ‘ditakuti’ oleh pemerintah Suharto 

‘Diskriminasi dalam hak-hak politik perlu diachiri’: Sekilas Kisah Siti Mudikdio (Mudigdio) Pengurus Gerwani dan the Women’s International Democratic Federations

Mengenang R. A. Soetarni Soemosoetargijo-Njoto (10 Juni 1928 – 5 September 2014) : “Sungguh, Mama tak pernah menangis. Senyumnya manis. Selalu manis. Darinya kami belajar tegar” – Svetlana Dayani 

Ibarruri Putri Alam – Roman Biografis Anak Sulung D.N Aidit. *dan kompilasi kisah keluarga besar D.N Aidit di Manca Negara (Eksil) dan di Indonesia 

Memoar, Kesaksian, Buku dan Artikel-artikel Tatiana Lukman (*Eksil 1965 di Belanda, Putri Pimpinan PKI M.H. Lukman) 

Putmainah Macan Podium Gerwani Blitar : Pengabdian, Plantungan, Rekonsiliasi dan Keteguhan Hati di Jalan Keadilan 

Kisah Sumini Ketua Gerwani Pati, Tentang Ketegaran dan Intimidasi Yang Terus Berlangsung. *Ia yang tegas mementahkan kesaksian Sintong Panjaitan di Simposium Nasional Tragedi 1965

In Memorium Eyang Lestari : Nyanyi Sunyi Srikandi Merah Gerwani Bojonegoro 

Ode Untuk Eyang Sri Sulistyawati, Sang Pemenang Kehidupan : “…dan tak pernah kudengar kata-kata lirih semuanya berapi”** #Penyintas65

Charlotte Salawati : Gerilyawan, Jurnalis, Aktifis Gerwani, Dari Walikota Perempuan Pertama Hingga Anggota DPR 

Perempuan Yang Tertuduh : Kisah Christina Sumarmiyati  Penyintas ’65 Yang TakKunjung Meraih Keadilan 

Plantungan – Pembuangan Tapol Perempuan : Kisah dr. Sumiyarsi Siwirini C Yang Dituduh (Difitnah) Sebagai ‘Dokter Lubang Buaya’

Mia Bustam : Sebongkah Ingatan di Punggung Gelombang*

Heryani Busono Wiwoho Dari Wirogunan Hingga Kamp Plantungan : Memoar ‘Mengembara Dalam Prahara’ dan Dendang Lagu Untuk Anakku

Kegigihan Pencarian Keadilan Sang Penyanyi Istana Kebanggaan Bung Karno, Nani Nurani #Penyintas65 

Kejatuhan dan Hati : Jejak Penulis Perempuan S. Rukiah dan ‘Revolusi’ yang Dibungkam, Dihilangkan…… 

Jejak Penulis Perempuan Lekra Sugiarti Siswadi atau Damaira yang “Dihilangkan”

Onak dan Tari di Bukit Duri – Kisah Utati Perempuan Penyintas 1965 #Utati 

Taburan Kebaikan di Antara Kejahatan, Seri Perempuan Penyintas ’65 karya Magdalena Sitorus *berdasar kisah Uchikowati Fauzia 

[Rekaman Bincang Buku] Jiwa-jiwa Bermartabat – Catatan Harian Magdalena Sitorus tentang Sri Moehajati #SeriPerempuanPenyintas65 

[Rekaman Diskusi] Damai di Penghujung Senja – Catatan Harian Magdalena Sitorus tentang Theresia Ellysabeth Runturambi #PerempuanPenyintas1965 

Rekaman Diskusi Buku ‘Otina dan Nanga-nanga: Catatan harian tentang Rukiah’ karya Magdalena Sitorus bersama John Roosa , Ruth Indiah Rahayu, Lilik HS #PenyintasPerempuan65 

Kisah Sarbinatun (Aktivis IPPI & Lekra): From the Men They Took Their Labor, From the Women They Took Everything – Laki-laki Dimanfaatkan Tenaganya, Perempuan Seluruh-luruhnya

Kisah Jane Luyke: Dari Cidurian 19, Istri Tapol Buru 001, Penyelamat Arsip dan Rumah Keluarga Hingga Rumah Ingatan

Kisah Oma Net Markus: Penyiar Perempuan RRI Kupang Generasi Pertama yang Kehilangan Delapan Anggota Keluarganya Dalam Genosida 1965-1966

Kisah Perempuan Penyintas 1965: Deborah Oni Ponirah 14 Tahun Dalam Penjara Sejak SMA

Kisah Ibu Mudjiati (Mujiati) : Dari Pemuda Rakyat, Fitnah Lubang Buaya, Siksa Penjara, Mawar Merah Hingga Salam Harapan 

Yosephina Endang Lestari, Perempuan Penyintas ’65 : Kala Itu Ia Adalah Mahasiswa IKIP dan Anggota CGMI Yang Mengalami Penangkapan dan Dipenjarakan Tanpa Proses Peradilan 

Jendela Buku Memoar Lin Shi Fang Pergolakan Kalimantan Barat (2022) : Dari ‘1965’, Politik dan Kekerasan Anti-Tionghoa Hingga Perlawanan PGRS/Paraku 

Sri Muhayati Penyintas ’65, Sang Pemenang Kehidupan……. 

Memoar Tari Lang*: Rumah Dengan Pintu Biru *Aktivis Ikatan Pemuda Pelajar Indonesia, Putri Dari Suwondo dan Carmel Budiardjo (pendiri TAPOL)

#BenangMerahPodcast [Ben Laksana dan Rara Sekar] bersama Budhisatwati Kusni – Penyintas 1965 

Sri Wahyuni (Bu Nik) : Disasar Karena Menari *simak “Cucuku” Frau featuring Kohler Clarinet Quartet dan “Rawa Pening” Kroncongan Agawe Santosa Berdasar Lagu Yang Ditulis Bu Nik #Penyintas65

Sumilah : Anak 14 Tahun, 14 Tahun Disekap Dalam Penjara Orba, Bebas, dan Bertahan Hidup Dengan Berjualan Sate Hingga Akhir Hayat. *simak gelaran Selamatan Anak Cucu Sumilah #Penyintas65

GerakIngatan Edisi Kedua: Ina E. Slamet-Velsink: Hidup dan Karyanya

Sepenggal Kisah Kaminah dan Kusdalini (Penyintas ’65) Dalam Foto Esai (Adrian Mulya – Lilik Hs), Lukisan (Dewi Candraningrum) dan Film Dokumenter ‘You and I’ (Fanny Chotimah)

Kesaksian Supiyem : “Senang ikut Gerwani karena Menjunjung Derajat Wanita”…. Lalu Derita Apa Yang Kemudian Harus Ditanggungnya Pasca G30S ….. 

Kini “Hari-hariku Tidak Sunyi” : Kisah Magdalena Kastinah Aktifis  Serikat Buruh yang Dipenjara di Bukit Duri Hingga Plantungan Selama 14 Tahun 

Taman Bunga Plantungan : Kisah Rusiyati Wartawan Kantor Berita Antara Yang di-TAPOL-kan Selama 13 Tahun *Penjara Bukit Duri – Kamp Plantungan – Penjara Bulu 

Perginya Mbah Suti (Hardjo Sutiyem) : “Ya harus diselesaikan. Kalau bisa ada pengadilan. Meski saya tidak dapat merasakan, saya harap teman-teman yang lain dapat merasakan keadilan.” 

[Seri Wawancara Video] Kesaksian Mbah Tuminem Kelahiran 1919 tentang Kota Kelahirannya, Bung Karno dan Tragedi 1965

Kisah Moetiah, Seorang Sinden dan Guru TK Melati Yang Dieksekusi dan Ditimbun di Kuburan Massal Plumbon – Semarang 

Kisah Ibu Supanah : Ia meyakini suaminya dieksekusi dan dikubur di kuburan massal wilayah Pati 

RIP… Saenah Korban Kekerasan Seksual Dari Pekalongan Wafat, Ia Sempat memberi Kesaksian di Film Indonesia’s 1965 Genocide : Germany’s Unknown War Against Communism….. 

Kisah Manismar Penyintas 65 Eks-Sekretaris Seksi Pembelaan Hak-hak Wanita dan Anak Gerwani Solok *Kiamat Gerwani: Diburu Dibinasakan dari Pusat hingga Daerah 

Kisah Ibu Nadiani, Nahkoda YPKP 1965-1966 Sumatera Barat : Melampaui Kelam Masa Lalu, Menjadi Saksi…. 

Kompleks itu bernama Kodim – Kompilasi Kesaksian Svetlana Dayani, Puteri Pimpinan PKI Njoto

Kisah Sri Nasti Rukmawati eks Anggota CGMI dan Keluarga Yang Tercerai-berai Karena ‘1965’ 

Kisah Katri: Mengalami rentetan penyiksaan dan ditahan 11 tahun pasca-Tragedi 1965

*******

*******

*******

Harsutejo : Mengenang Malam Jahanam(G30S) dan Jejak Hitam Suharto (penulis buku G30SSejarah yang Digelapkan &Kamus Kejahatan Orba)

Memoar Oei Tjoe Tat : Warisan Pengalaman untuk Angkatan Muda dari Seorang Loyalis Soekarno (yang Dipenjarakan Suharto)

Jejak Langkah Oey Hay Djoen [Tapol 001] : Dari Gerilyawan Kota, Parlemen, Buru hingga Buku (1929-2008)

Tan Swie Ling :”Riungan dan Tegar Hati, Bekal Bertahar di Tengah Kegilaan”* lGenosida Politik 1965-1966

Jejak Yang Dihilangkan : Sumbangsih Siauw Giok Tjhan dan Baperki I Genosida Politik 1965-1966 

Kisah dan Kesaksian Siauw Tiong Djin dan Siauw May Lie, Anak Tokoh Tionghoa – Ketua Baperki Siauw Giok Tjhan Yang Dipenjarakan Orde Baru Suharto.

Jejak Go Gien Tjwan Salah Satu Pendiri Baperki dan Universitas Res Publica (Ureca) : Dari Angkatan Muda Tionghoa Yang Giat Dalam Perjuangan Kemerdekaan Hingga Masa ‘Pengasingannya’ di Negeri Belanda

Oei Hiem HWIE : Dari Terompet Masyarakat, Pulau Buru Hingga Medayu Agung

Kho Wan Gie, Put On, Lakon Menjadi Indonesia dan G30S [*Put On Komik Strip Pertama di Indonesia]

Jalan Pedang Kho Ping Hoo: Kisah Maestro Komik Silat Yang Lolos Dari Amuk Politik Rasial Anti Tionghoa dan Prahara 1965

Kesaksian Jaya Suprana Atas Hilangnya Sang Ayah Prof. Dr Jaya Suprana dan Sanak Keluarganya di Jawa dan Bali Dalam Prahara 1965-1966 

Kisah Wartawan Thio Joe Kiat, Korban ‘1965’ Serta Stigma dan Trauma Yang Dialami Keluarganya *Sebelum Kemerdekaan Ia Wartawan Sin Po dan Setelah Merdeka Bekerja di LKBN Antara 

Siauw Giok Bie, Wayang Orang Ang Hien Hoo dan Genosida Politik/Kultural 1965-1967

Kajian-kajian Pemikiran Lukman Njoto oleh Muhidin M. Dahlan, Fadrik Aziz Firdausi dan Rhoma Dwi Aria Yuliantri

Akhir Tragis Njoto | PUTAR BALIK TEMPO

Siswoyo dalam Pusaran Arus Sejarah Kiri : “…kebangkitan rakyat tidak cukup hanya dituntun oleh garis politik, dengan semangat dan keberanian saja. Tapi kebangkitan rakyat juga harus diimbangi dengan rasio”.

Kisah Sumaun Utomo [1923-2017] : Dari Lembaga Sejarah PKI, ‘Pesakitan’ Pulau Buru Hingga ‘Survivor’ di Lembaga Perjuangan Rehabilitasi Korban Rezim Orde Baru (Ketua Umum LPR-KROB) 

Rewang : Saya Seorang Revolusioner – Dari Laskar Pesindo di Solo Hingga Gerilyawan di Blitar Selatan 

Kisah Sayid Ahmad Sofyan Baraqbah Pimpinan PKI Kalimantan Barat, Yang Memutuskan Bergerilya Melawan Rezim Soeharto Pasca Perburuan-Pembantaian Komunis 1965-1966

Dua Otobiografi / Memoar Muslim Komunis : ‘Pergulatan Muslim Komunis – Otobiografi Hasan Raid’ dan ‘Dari Gontor ke Pulau Buru – Memoar H. Achmadi Moestahal’ 

DIALOG INTISARI – KETIKA SANTRI BELOK KIRI : Achmadi Moestahal Dalam Pergulatan Islam dan Komunisme Pascakemerdekaan

Mohammad Hatta (M.H.) Lukman, Pimpinan PKI Yang Tumbuh di Pengasingan Digul dan Tumpas (‘Dihilangkan’) Pasca G30S

Hidup Dalam Djuang, Djuang Dalam Hidup* : ‘Pena’ Sudisman Anggota Politbiro PKI di Tahap Akhir Perjuangan dan Kehidupannya

Masa-masa Terakhir Njono, Anggota Politbiro PKI dan Pimpinan SOBSI *simak Warisan 3 Puisi Njono Yang Ditulisnya Menjelang Eksekusi Mati

Ir Sakirman, Anggota Politbiro PKI : Sebagai Ketua Fraksi PKI di Parlemen, Alumni Technische-Hogeschool Bandung Ini Banyak Memberikan Perhatian Pada Soal-soal Ekonomi 

Mohammad Munir Mantan Ketua SOBSI dan Anggota Politbiro CC PKI Yang Dieksekusi Mati 14 Mei 1985 Setelah 17 Tahun Dalam Tahanan. *Tertangkap di Blitar Selatan 13 Juli 1968 

Kembangkan Moral Komunis : Kisah Peris Pardede dari Majalah Bintang Merah, PKI Comite Djakarta Raya Hingga Ketua Kontrol CC PKI. 

Kisah Pasangan Penyintas ’65 Murad Aidit dan Nurtjahja Murad Serta Kesaksian Anak Cucunya 

Surat-surat Gatot Lestario : Asa Hingga Eksekusi & Solidaritas Internasional Hingga Melampaui Kematiannya

Sekilas Perjalanan Hidup Sukatno, Sekretaris Umum Pemuda Rakyat dan Anggota Parlemen Termuda Hingga Eksekusi Matinya 

Sayid Fahrul Baraqbah : Dari Gerilyawan Pro Republik, Pesindo Hingga Anggota MPRS dan Pimpinan PKI Kalimantan Timur. *Dibebaskan Tahun 1984 Walau Sebelumnya Divonis Hukuman Mati 

Hasan Raid : Perjuangan Seorang Muslim Komunis 

Asmoe Tjiptodarsono dan Barisan Tani Indonesia : Petani adalah Soko Guru Revolusi [Jasmerah Bersama Muhidin M Dahlan] 

Suparna Sastra Diredja (Sekjen Sarekat Buruh Perkebunan Republik Indonesia dan Dewan Pimpinan Pusat SOBSI) dan ‘Tanah Air Yang Hilang’ #Eksil1965 

Kisah Hardoyo Mantan Ketua Umum Consentrasi Gerakan Mahasiswa Indonesia (CGMI) 

Kepingan Kisah Robby Sumolang Ketua Umum Terakhir Ikatan Pemuda Pelajar Indonesia

Giroth Wuntu : Seorang Kristen Saleh, Tokoh PKI dan Lekra Minahasa, Penulis Roman Perang Tondano

Kisah Wartawan A. Karim D.P. dan Satyagraha (Ketua Umum dan Sekjen PWI 1963-1965) Yang Dipenjarakan Militer Pasca G30S 

Atjeh Mendakwa : Jejak Thaib Adamy, Tokoh PKI Aceh Yang Dieksekusi di ‘Killing Field’ Lhoknga Pasca G30S. 

Kisah Dua ‘Bintang’ Partai : Suwarti Bintang Suradi dan Bintang Suradi (Van der Ster). “Indah, seperti ada lagu di dalamnya”

Jejak Pasangan Nungtjik A.R dan Betty Zubaidah Nungtjik : Pasangan Jurnalis dan Guru, ‘Gending Sriwijaya’ dan ‘Taman Bunga Plantungan’, Eksil (?) dan Tapol …… 

Kesaksian Heru Atmodjo tentang G30S (Bunga Bangsa yang Makamnya Dipindah Paksa dari TMPKalibata)

Hario Kecik (Mayor Jenderal Suhario Padmodiwiryo) : Dari Bedil di Palagan Surabaya ’45, Pangdam Mulawarman, Studi dan ‘Stateless’ di Moskwo, Penjara Orba Hingga Pejuang Pena. 

Joesoef Isak Sang Demokrat Sejati : Jangan Berhenti Melawan!

Bakri Ilyas Mantan Tapol dan Pimpinan PAKORBA (Paguyuban Korban Orde Baru) Yang Dimakamkan Di Taman Makam Pahlawan Kalibata 

Rindu Kelana Sitor Situmorang :”Membaca Otobiografi Sitor, Merenungkan Perkembangan Bangsa” 

HERSRI SETIAWAN :DEBU SEJARAH PENYERU PEMERDEKAAN DARI KEBODOHAN DAN RASA TAKUT

Jejak Seniman LEKRA Bachtiar Siagian Yang Dilenyapkan : Dari Drama Batu Merah Lembah Merapi,Film Tunrang hingga Violetta

‘Hantu Sejarah’ : Sutradara Lekra Kotot Sukardi, Perintis Film Anak Indonesia

Jejak Joebar Ajoeb (Sekjen Lekra Terakhir) dan Sebuah Mocopat Kebudayaan Indonesia 

Rivai Apin : Penghilangan Jejak Susastra,Lekra dan Sang ‘die hard’ Pulau Buru 

Bakri Siregar, Lekra dan Sejarah Sastra Dalam Gelombang Revolusi…..

Rangsang Detik & Jejak Penyair Serta Penggerak Kebudayaan Rakyat A.S. Dharta, Klara Akustia dan Jogaswara 

Penyair Lekra H.R. Bandaharo Menempuh Jalan Rakyat :”Tak seorang berniat pulang, walau mati menanti”

Kisah Affandi Koesomo : Dari Maestro Pelukis, Pimpinan Pusat Lekra, Anggota Konstituante Hingga Diabadikannya Sebagai Nama Jalan di Yogyakarta 

Hendra Gunawan : “Aku Dipenjara”; “12 Tahun Tidak Mandi” [Tapol Kebon Waru 1965-1978].

Melawan Lupa : Sketsa Karya dan Hidup Henk Ngantung 

Amrus Natalsya dan Sanggar Bumi Tarung : “…tahan semua rasa pedih itu dengan ketabahan….. ia akan menjadi mutiara bagi kerang yang luka” 

[Memoar Misbach Tamrin] KERJA MANUSIA DAN MATAHARI -Sudut-sudut Cerita Masa Silam (bagian I) l Genosida Politik 1965-1966

[Memoar Misbach Tamrin] KERJA MANUSIA DAN MATAHARI -Sudut-sudut Cerita Masa Silam (bagian II) l Genosida Politik 1965-1966

Kisah Djoko Pekik, Celeng dan Lintang Kemukus 1965 *Anggota Sanggar Bumi Tarung 

Isa Hasanda (1941-2020) : Kisah Pilu Seniman Perupa Sanggar Bumi Tarung, Sejak Kamp Pulau Buru Hingga Masa Bebasnya Dari Pulau Buru.

Suhardjija Pudjanadi Dari Sanggar Bumi Tarung (Lekra), Sang Master Karya Cukil Kayu (1939-2018) 

Menyongsong Fajar: Jejak Itji Tarmizi dari Sanggar Pelukis Rakyat Hingga Sanggar Bumi Tarung

Memoar Kehilangan : Trubus Sudarsono – Seni adalah Panjang, Hidup adalah Singkat 

‘Kembalinya Mata’ Mardadi Untung, Pelukis Alumni ASRI, Penjara Pemalang, Pulau Nusa Kambangan dan Buru.

Permadi Lyosta, Melukis Meretas Hidup : Pimpinan Lembaga Seni Rupa Lekra Bali Yang Lolos Dari Pembunuhan Massal di Bali Namun Tak Lolos Dari Kejaran Operasi Kalong di Jakarta 

Kisah Batara Lubis : Sanggar Pelukis Rakyat, Sintesis Karakter Visual Seni Hias Batak, ‘Mengganyang Macan Kertas’ dan Peristiwa 1965-1966 

Mars Nursmono : Sketsa-sketsa Kamp Konsentrasi Pulau Buru [pameranonline] l Genosida Politik 1965-1966

Gregorius Soeharsojo Goenito : Tiada Jalan Bertabur Bunga (MemoarPulau Buru dalam Sketsa) 

Augustin Sibarani : Dari Karikaturis Politik Bintang Timur (Koran Partai Indonesia – Partindo) Hingga Karikaturis ‘Bawah Tanah’ Penentang Kezaliman Orba.

Nyanyi Sunyi Seorang Bisu (‘Biografi’ – Jejak Langkah Pramoedya Ananta Toer)

PUTU OKA SUKANTA : MENULIS ADALAH PERJUANGAN UNTUK HIDUP

Kesaksian Martin Aleida : Saya Menemukan Penjara yang Lebih Besar dari Sekadar Satu Sel…. dan ‘Kata-Kata’ Sebagai Jalan Pembebasan [*Memoar Romantisme Tahun Kekerasan]

Menolak Merawat Dendam : Amarzan Ismail Hamid (Amarzan Loebis) dan Sejarah 1965 Yang Berkabut

Kesaksian Ilham Aidit : Terasing di Negeri Sendiri

Kisah Koesalah Soebagyo Toer, 3 Memoarnya dan Kronik-kroniknya…..

Bambang Sokawati (Sukowati*) Dewantara, Lekra dan Karyanya : Seorang Seniman Tari dan Koreografer Sendratari ‘Saidjah dan Adinda’, Serta Penulis Cerpen – Puisi Diantaranya di Harian Rakyat 

Kisah Penyintas 1965 Eks Anggota Lekra Slamet Abdul Rajat / Slamet Menur : Maestro Tari Banyuwangi Yang Kini Aktif Berkesenian Melalui Sanggar Angklung Soren 

SUBRONTO K. ATMODJO : KOMPOSER PENDUKUNG FANATIK SOEKARNO LULUSAN (CUM LAUDE) SEKOLAH TINGGI MUSIK HANNSEISLER DAN PULAU BURU

Kisah Prohar Sudharnoto Musisi Lekra Penggubah Lagu Mars Pancasila (Garuda Pancasila) : Disingkirkan Tapi Karyanya Tetap ‘Disayang’ 

GESANG MARTOHARTONO : KERONCONG DI SIMPANG KIRI JALAN | Jasmerah Bersama Muhidin M. Dahlan 

David Martin Lampanguli : Dari Marching Band Pemuda Rakyat, Band Markas Komando dan Bantala Nada (Band Tapol Pulau Buru) Hingga Paduan Suara Dialita 

Dalang (Tapol) Ki Tristuti Rachmadi Suryosaputro : Penderitaan Sebagai ‘Jalan”‘, Seperti Bima dalam Lakon Bima Suci

Kisah Seniman Lekra Suyud Sang Pencipta Tari Harum Bunga, Muhammad Arief Sang Pencipta Lagu Genjer-genjer dan Fitnah Lubang Buaya

Pontjopangrawit : Maestro Gamelan di Kiri Jalan, Digulis dan Hilang Pasca G30S/1965

Raka Swasta : Kisah Tahu Tempe dan Karya-karya Rupa Dari Penjara. *eks-tapol 65 

Pelukis Gebar Sasmita : Menjadi Tapol ’65 Sejak Usia 16 Tahun, Maestro Seni Rupa Hendra Gunawan Memberinya Semangat Hidup dan Pencerahan

Kisah Soesilo Toer : Doktor Filsafat Lulusan Plekhanov Institute Moskow, Pemulung, Penulis dan ‘Juru Kunci’ Rumah Blora Serta Perpustakaan-Penerbit PATABA

Tri Ramidjo – Alumni Digul dan Pulau Buru : TAK ADA KATA PUTUS ASA DALAM KAMUS HIDUPKU

Pak Jagus, Radjalele Baru, Bersuka Ria (Sukarno), Barisan Tani Indonesia dan Hilangnya Kedaulatan Pangan Kita 

Michael Markus Ketua Barisan Tani Indonesia (BTI) yang Dihilangkan dan Kisah Kupang Kota Pembantaian 1965-1967 

Gatot Surono (Survivor ’65) : Kisah Doktor Politik Universitas Peking, Petani dan ’Guru Besar’ Kedaulatan Pangan & Pertanian Selaras Alam 

Paiman Hadi Supadmo : PETANI GURU DAN PANUTAN DARI KAMPUS BURU

Kisah Tapol Buru Sugeng Sugiharto, Sebelum Ditangkap Ia Asisten Dosen Institut Teknologi Surabaya *Dituduh Jadi Antek PKI – Trans TV

NGOENANDAR: Hitam Putih Tapol No. 3536 (Juru Rawat Yang Kemudian Terjun ke Dunia Politik Hingga Menjadi Ketua Front Nasional Tingkat Kecamatan)

‘Prison Song’ : Kisah ‘Arsiparis’ Lagu-Lagu Tapol ‘65 dan Musisi Penjara Tuba bin Abdul Rochim (eks Pemuda Rakyat)

Memoar Bisri Muhamad: Dari Pandeglang ke Pulau Buru – Menapak Jalan Pembuangan, Menanti Keadilan

Kisah Jasi: Dari Penggali Lubang untuk Kuburan Massal, Tapol Pulau Buru, Hingga Perintis Memorialisasi Kuburan Massal Kali Telo, Pati

Kisah Eks-Tapol 1965 Bambang Ruswanto Tikno Hadi Mantan Pengurus Pemuda Rakyat Propinsi Jawa Timur dan Pendiri PGRI Non-Vaksentral Banyuwangi 

Efendi Saleh Cucu Nyi Metrasari Raden Sukaesih (Digulis) Penerima Penghargaan Perintis Pergerakan Kemerdekaan : Dari Aktivis Serikat Buruh Unilever (Serbuni), TAPOL, Hingga Aksi Kamisan

Ziarah Sunyi Lukas Tumiso Ke Pulau Pengasingan (37 Tahun Berlalu, Aku Kembali Ke Buru)

Selamat Jalan Pak Kusnendar (Tapol Buru Selama 9 Tahun), Kegesitan dan Kerianganmu Tak Terlupakan… 

Kisah Pembuang Mayat ‘1965’ : Martono Setiap Hari Selama 2 tahun Diperintahkan / Dipaksa Membuang Mayat ke Sungai *saksi sidang IPT 1965

Kisah Natar Eks Tapol 65 Asal Gianyar : Aktif Sebagai Anggota SOBSI Yang Kemudian Memilih Berkesenian di Desanya, Pemain Band Kerontjong Penjara Pekambingan Hingga Kini Seorang Pengurus Saba Desa 

[Taman 65] Kesaksian dan Puisi ‘Aji Raka’ : Guru, Kakek, Bapak I Gusti Made Raka, Pulang Kampung ke Rumah Kelahiran 

Sang Pembaharu Jan Djong, Camat Kewapantai dan Mantan Anggota DPRD itu, Tewas Setelah Dianiaya dan Diarak Keliling Kota *Pembantaian di Maumere 1966 

Emakku Sayang Emakku Malang – Kisah Hidup Adi Suwardi (Adi Kumis) Penyintas ’65 Dari Sumatera Utara. *Dikisahkan Kembali oleh Astaman Hasibuan

Astaman Hasibuan dan Penghilangan Massal 1965-1966 : Dari Kisah Keluarga, Puisi Kesaksian, Penelitian Buruh Perkebunan, IKOHI Hingga Sidang Rakyat International 1965 (IPT 1965) 

Bedjo Untung ‘Sang Pemburu’ Kuburan Massal Korban Pembunuhan 1965-1966, Peraih Penghargaan Gwangju Prize for Human Rights 2020 & Human Right Award of The Truth Foundation 2017

Sudarno Penggiat YPKP 1965 Pekalongan : Dari Abdi Negara, Tapol Buru, Hingga ‘Penyembuh’ Bagi Sesama Penyintas ’65 

Kisah Rosidi, Penyintas ’65 : Tak Ada Paman Keponakan pun Ditangkap, Rosidi Menjadi TAPOL “Pengganti” dan Alami Kerja Paksa Selama 13 Tahun

MENGURAI KRISIS, MELEPAS BELENGGU dan MERAJUT CITA-CITA KEMERDEKAAN – Kisah Eddy Sugianto Eks Tapol Pulau Buru dan Aktivis CGMI yang Kemudian Aktif di YPKP 1965 

Kisah Imam Ahmad, Karikaturis Harian Rakjat 

Kisah ‘Sarjana’ Sanusi : Bersama Sekber 65 Memulihkan Martabat Kemanusiaan

Tedjabayu : Mutiara di Padang Ilalang – Cerita Seorang Penyintas 

Kisah Putu Shanty dan Ketut Putu Seniman Progresif Kakak-Beradik Yang Menjadi Korban Pembunuhan Massal 1965-1966 di Bali 

Dari ‘Jalan Senyap’ Hingga ‘Nyanyian Karah’ : Kisah Aris Panji Ws, Anak Mantan Guru PGRI Non-Vaksentral & Aktivis Gerwani , Penyair, Pembela Kaum Tani, dan Pemburu-Peneliti Kuburan Massal 1965-1966 

Kesaksian Markus Talam Dari Ladang Pembantaian Blitar 1968 : Ia telah memaafkan perbuatan para eksekutor yang menumpas teman-temannya dan berpesan pada anaknya untuk tidak mewarisi benci / dendam. 

Buang Duran; Katolik, Muslim, Komunis  – Tentang Warisan Ketakutan, ‘Hantu Komunis’ Buang Duran dan Pemberontakan Serikat Petani ‘Marxis’ Persatuan Kaum Tani Indonesia [*Adonara – Nusa Tenggara Timur]

Kisah Ibnu Santoro Dosen Ekonomi Universitas Gajah Mada Lulusan Universitas Winconsin Yang Dieksekusi dan Dikuburkan di Kuburan Massal Situngkup Wonosobo 

Kisah Doktor Busono Wiwoho Salah Seorang Bidan Kelahiran Fakultas Psikologi UGM dan Inisiator Himpunan Sarjana Indonesia (HSI) #100TahunBusonoWiwoho 

Kisah Tjan Tjoe Som & Tjan Tjoe Siem Kakak Beradik Cendekiawan Tionghoa dan Guru Besar di Universitas Indonesia Yang Disingkirkan Pasca G30S 1965

[GerakIngatan] Nasib Tapol Setelah Dibebaskan dan Arsip Tapol ’65 Gumuljo Wreksoatmodjo Pengacara anggota Himpunan Sardjana Indonesia (HSI).

Jejak Ibnu Parna dan Angkatan Comunis Muda (Acoma) Kemudian Menjadi Angkatan Komunis Muda (Akoma), Anggota ‘Internasional Keempat’ dan Pembinasaannya Pasca G30S 1965 

Gunawan Wiradi : Guru Studi dan Aksi Reforma Agraria, Survivor Genosida Intelektual 1965-1966

Jejak ‘Gubernur Sketsa’ Henk Ngantung : Gubernur Jakarta, Seniman Lekra

Gubernur Bali Anak Agung Bagus Sutedja : Dituduh Komunis dan Dihilangkan Dalam Prahara 1965-1966

Kisah Ulung Sitepu, Jenderal dan Gubernur Kiri Dari Sumatera Utara 

Tjilik Riwut : Gubernur Kalimantan Tengah, Sukarnois, Yang Dicopot Pasca G30S/1965, Namun Kemudian Diganjar Gelar Pahlawan Nasional (8 Nopember 1998)

Kisah Gubernur Kalimantan Barat J.C. Oevaang Oeray : Pejuang Dayak Sukarnois Yang Disingkirkan Pasca G30S. 

Melacak Jejak Wakil Gubernur Jawa Tengah Soejono Atmo Yang Disingkirkan Pasca G30S 

Menelusuri Jejak Walikota Cirebon RSA Prabowo (1961-1965) : Seorang Arsitek Lulusan ITB dan Sahabat Karib Bung Karno, Pasca G30S 1965 Ia Ditangkap dan Dijebloskan Ke Penjara 

Tragedi Menteri Luar Negeri Indonesia* dr. Soebandrio [Indonesian minister caught in a cold-war clash**] 

Politik Militer AURI dan Peranan Panglima AURI Omar Dani Seorang Loyalis Sukarno (Kejayaan dan Kemunduran AURI, Sebelum dan Setelah G30S Serta Kudeta Merangkak Suharto) *Pledoi Omar Dani

Kesaksian Mohammad Achadi Mantan Menteri Transmigrasi dan Koperasi Kabinet Dwikora yang Disempurnakan Tentang Sukarno dan G30S 1965 (‘Gestok’ menurut Achadi) 

Ir. Surachman : Akhir Tragis Tokoh Muda Nasionalisme Radikal dan Menteri Pengairan Rakyat & Pembangunan Desa Kabinet Dwikora II 

“AURI Dikambinghitamkan” – Sri Mulyono Herlambang, Menteri dan Panglima Angkatan Udara Yang Disingkirkan Rejim Suharto 

Setiadi Reksodiprodjo : Orang Biasa Dalam Sejarah Yang Luar Biasa *Pejuang Kemerdekaan dan Pejabat Negara (terakhir Menteri Listrik dan Ketenagaan / Energi) yang di- ‘Tapol’-kan Rejim Orba.

Menteri Termuda Dalam Sejarah Kabinet Republik Indonesia – Ir. H. Setiadi Reksoprodjo (Menjadi Menteri Dalam Usia 25 Tahun Pada Masa Kabinet Amir Sjarifuddin)

Chairul Saleh : Dari Penculik Proklamator (Peristiwa Rengasdengklok), Menteri Soekarnois Garis Keras Hingga Meninggal di Penjara Rezim Orba 

Nasib Tragis Prijono : Doktor Lulusan Leiden Yang Menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan 1957-1966, Diculik Mahasiswa dan Meninggal Dalam Tahanan Militer 

Mayor Jenderal Pranoto Reksosamodra : Ditunjuk Presiden Sukarno Sebagai Caretaker Menteri / Panglima Angkatan Darat, Disingkirkan dan Dipenjarakan Soeharto Dengan Tuduhan Terlibat G30S 

Letkol Iman Syafei (Bang Pi’i / Pi’ie) : Jawara, Pejuang Kemerdekaan, Menteri Loyalis Sukarno, Penjara Orde Baru Hingga TMP Kalibata 

******

******

simak pula Bibliografi / Daftar Buku Memoar, Otobiografi, Biografi Penyintas ’65

******

Eksil

Memoar Eksil 1965 Syarkawi Manap: Di Pengasingan, Kisah Perjalanan dan Mengenang Gubuk Reyot *Indonesia -Kuba – Vietnam – Birma – Cina – Swedia

Kisah Siauw May Lie Putri Siauw Giok Tjhan (Ketua BAPERKI) dan Para ‘Pengungsi Politik’ Indonesia Keturunan Tionghoa Dari Kekerasan 1965-1966 di Belanda 

Kisah Gatot Wilotikto dan Waloejo Sedjati, Eksil ‘1965 di Korea Utara 

Eksil Djumaini (Djoemaeni ) Kartaprawira : “Orba masih ada, hanya berganti jas” (dari Film Eksil 2024). *Pendiri “Lembaga Pembela Korban 1965” di Belanda 

Soviet dan Empat Negeri Setelahnya: Perjalanan Gde Arka Menjadi Eksil

Carmel Budiardjo: Survivor Gulag Indonesia (65), Peraih Penghargaan the Right Livelihood Award,Putri Sulung Bangsa Papua, Tjut dan Bintang Timor Leste

Francisca C. Fanggidaej, Perempuan Revolusioner [#Eksil1965]

Francisca C. Pattipilohy, Perempuan Tangguh Dari Amsterdam. *Ia Dibebaskan Setelah Ditahan 9 Bulan, Namun Suaminya Meninggal di Kamp Tapol ’65 Nusakambangan. 

Secuil Kisah Eksil ’65 Farida Ishaja dan Aminah Idris Di Belanda, Diantaranya Keduanya Kemudian Aktif di Yayasan Dian – Organisasi Perempuan Indonesia di Belanda 

[Tinjauan Buku] ‘Lima Puan Dalam Pusaran Kelana’ Karya Magdalena Sitorus, Serta Kompilasi Kisah-kisah Perempuan Eksil 1965 Lainnya 

Eksil 1965 Ibrahim Isa : “Bui Tanpa Jerajak Besi”

Kisah Eksil ’65 Chalik Hamid, Puisi Doa (buat Soeharto) dan Kumpulan Puisi Mawar Merah (*unduh buku puisi) 

Sidik Kertapati Tokoh Pejuang 1945 dan Gerakan Tani [SAKTI & Kemudian BTI] : Dalam Kenangan A.Umar Said, Cipto Munandar, Fransisca C. Fanggidaej, MD Kartaprawira, Samsir Mohamad, dkk #Eksil65 

Jejak Eksil Ashar Sucipto Munandar, Eks Wakil Rektor Akademi Sosial Aliarcham dan Anggota Delegasi CC PKI di Luar Negeri (RRC). 

Eksil Eyang Jono (Soegeng Soejono) : Mereka Menghormati Saya Sebagai Indonesia 

Puzzle Berserak (‘Memoar’) Soegeng Soejono (Eyang Yono) Eksil 1965 di Praha – Playlist 17 Video Youtube 

Anvar Purnama : Dari Taman Siswa, UNPAD, Mahasiswa Ikatan Dinas di Universitas Persahabatan Bangsa-Bangsa Uni Soviet, Hingga Eksil di Republik Ceko.

Utuy T. Sontani :Raksasa DramaturgTerbesar di Masanya*, Klayaban (Eksil) di Rusia

‘biografi’ Agam Wispi :”tanah dan darah/ memutar sedjarah/ dari sini nyala api/ dari sini damaiabadi”

Umar Said: Pejuang Kemanusiaan Dengan Pena dan Restoran Koperasi Indonesia [Eksil ’65]

A.M Hanafi  : Buangan Politik Menggugat Kudeta Jenderal Soeharto (Dari Pemuda Revolusioner Menteng31, Dubes RI untuk Kuba hingga Buangan Politik) #eksil65

Djawoto : Karena Prinsip dan Penentangannya Terhadap ‘Kudeta’ Soeharto, Ia Meninggalkan Jabatan Duta Besar Indonesia untuk RRT dan Mongolia #Eksil65

Kisah Eksil Soeraedi Tahsin Sandjadirdja eks Dubes Indonesia untuk Mali : Tokoh Pers Nasional (Pendiri Harian Bintang Timur dan Ketua PWI) dan Pejuang Revolusioner  

Kisah Eksil M. Ali Chanafiah Eks Dubes Indonesia untuk Srilangka : ‘Perjalanan Jauh, Kisah Perjuangan Sepasang Pejuang’ 

Kisah Eksil ’65 Sukrisno : Wakil Pemimpin Redaksi Kantor Berita Antara Yang Diangkat Menjadi Dubes Indonesia untuk Rumania dan Kemudian Vietnam 

Waruno Mahdi : “Saya tak punya tempat ke mana saya pulang….Berangkat, ya, ke mana-mana…”** #Eksil1965 

[GerakIngatan] Ernst Utrecht: Eksil Indo dan Intelektual Gerakan Dunia Ketiga

Kisah Profesor Sudaryanto : Eksil 1965 di Rusia dan Kemudian Hari Menjadi Jembatan Perguruan Tinggi Rusia – Indonesia

‘Berat Hidup di Barat’ : Kisah Eksil ’65 (Jurnalis dan Cerpenis) Soeprijadi Tomodihardjo. *simak arsip beberapa cerpen dan artikelnya di Kompas, Sinar Harapan dan Jawa Pos. 

Mengubah Kesedihan Menjadi Kekuatan : Sarmadji, Buku dan Pusat Dokumentasi Indonesia (Perdoi) #Eksil65 

Batara Simatupang : Ekonom Universitas Indonesia Yang Mendapatkan Tugas Belajar Di Amerika Serikat, Namun Kehilangan ‘Tanah Airnya’ Karena Menolak Tunduk. #Eksil65 

Jalan Sunyi Eksil “Bung Soer’ (Soerjono)

Novel The Missing History Karya Peer Holm Jorgenson Berdasarkan Kisah Nyata Dewa Soeradjana Eksil ’65 di Slovenia 

WALOEJO SEDJATI : Orang Buangan Yang Berhasil Meraih Gelar Doktor dan Juga Dokter Spesialis Bedah Cemerlang, Orang Buangan Dari Pyongyang Hingga Moskwa, dan Paris (1960-2013) #Eksil

Dendam Sejarah Asahan Alham dan Kajian Karya Prosa Perang dan Kembang (2001); Alhamdulillah (2006); Cinta, Perang dan Ilusi (2006); Azalea (2009) #SastraEksil

[RIP] Kisah Eksil Dharmawan Isaak : Dari Rektor Intitut Ilmu Pertanian dan Gerakan Tani Egom (Bogor), Tiongkok, Uni Sovyet Hingga Berlabuh di Negeri Belanda 

Gelombang Laut Itu Tak Pernah Diam – Mawie Ananta Jonie : Tentang Pembunuhan Massal – Tapol 65 di Tanah Air, Eksil Rindu Pulang, Perlawanan dan Setiakawan

Eksil Kuslan Budiman [1935-2018] : Seniman Pendiri Sanggar Bumi Tarung yang Lolos Dari Pembunuhan dan Pemenjaraan Pasca G30S Karena Sedang Studi di Cina, Namun Ia Kehilangan ‘Tanah Airnya’. 

Awal Uzhara : Penerima Beasiswa Belajar di Institut Sinematografi Gerasimov – VGIK Moskow (Institut Sinematografi Tertua di Dunia), Terdampar Sebagai Eksil Karena Perubahan Politik Di Tanah Airnya

Mengapa Ke Moskow – Uni Soviet? – Memoar Seorang Eksil Roesjdy Mahurun 

Rony Marton : Eksil 1965 Yang Menjadi Bintang Pop Cekoslowakia

Hartoni Ubes Eksil 1965 di Cekoslowakia : “TIDAK LUPA TAPI TIDAK DENDAM” 

Kisah Alimin (Tom) Iljas, Eksil 65 di Stockholm, Swedia : Ketika Ziarah dan Mengenang Masa Lalu Dianggap Kejahatan 

Hidup di Pengasingan : Sardjio Mintardjo Bapak Mahasiswa Indonesia #Eksil65

Memoar Orang Terbuang  : Sobron Aidit Melawan Dengan Buku Hingga Restoran #Eksil65

Api di Kereta dari Moscow ke Berlin : Kisah Eksil Dr. Willy R. Wirantaprawira, LL.M., Ph.D. dan Pencarian Chynta Wirantaprawira Putrinya Atas Sebab Musabab Sang Ayah ‘Kehilangan Tanah Airnya’

Setjangkir Kopi dari Plaja dan Kisah Widodo Suwardjo Eksil ‘1965 di Kuba [ **The Last Men in Havana: Indonesian Exiles in Cuba]

Kisah Pasangan Eksil 1965 Sungkono dan Siti Krisnowati (Putri Eks Dubes RI di Rumania dan Vietnam Sukrisno) -Impian terakhir eksil 1965 di usia senja: ‘Kami ingin pengungkapan kebenaran

Memoar  Eksil ’65 Thio Keng Bouw: Anggota Delegasi Front Pemuda Pusat (BAPERKI) Pada Peringatan ke-16 Berdirinya Republik Rakyat Tiongkok & Terhalang Pulang 

Don't miss the stories follow YPKP 1965 and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.

Kebenaran dan Kemanusiaan Tak Bisa Dibungkam : Bibliografi Pustaka Online Genosida 1965-1966

Related posts
Your comment?
Leave a Reply