Jejak Kuburan Massal Purwodadi [2]

183 Viewed Redaksi 0 respond
MONGGOT: Situs Monggot berada di Kawasan Pemangkuan Hutan (KPH) Geyer Purwodadi, salah satu lokasi "kuburan" dan tempat pembantaian massal tapol 65. Lokasinya berupa lereng dengan jurang berupa cerukan parit memanjang [Foto: Humas YPKP 65]
MONGGOT: Situs Monggot berada di Kawasan Pemangkuan Hutan (KPH) Geyer Purwodadi, salah satu lokasi "kuburan" dan tempat pembantaian massal tapol 65. Lokasinya berupa lereng dengan jurang berupa cerukan parit memanjang [Foto: Humas YPKP 65]

Sejarah tengah ditulis oleh para korban orba di Purwodadi, dimana bersamaan dengan itu, jejak pembantaian massal juga terus dipetakan. Sebagaimana diketahui bahwa pada 1992 pernah ada riset dari aktivis kalangan akademisi, tetapi hasil riset ini  belum meretas dinding resistensi (dibekukan_Red) segelintir pejabat kalangan militer; karena asumsi keterkaitannya dengan kasus ini. Namun makin banyak temuan yang menyingkap tabir 65 menandai adanya manipulasi sejarah yang tak bisa lagi dirahasiakan selamanya.

Terlebih pasca deklasifikasi arsip rahasia diplomatik AS (yang sesungguhnya bukan sesuatu yang sama sekali baru); maka tak ada alasan lagi untuk tetap menutup-nutupi rahasia apa yang terjadi seputar tragedi 65. Tragedi yang dimulai di Jakarta, dan menyusul daerah-daerah lainnya. Termasuk pembantaian massal yang meluas di Purwodadi dengan kedok pembasmian PKI melalui operasi militer besar-besaran.

“Dalih bahwa pembantaian (kasus Purwodadi_Red) massal ini murni reaksi spontan masyarakat itu adalah kebohongan besar”, tegas Bedjo Untung. Ketua YPKP 65 ini selalu menyertai tim investigasi yang dibentuknya dalam rangka penelitian dan pemetaan jejak korban kekejian orba di berbagai daerah.

Senada dengan itu, ada KS, seorang mantan tapol yang dibuang ke Pulau Buru bersama ribuan tapol lainnya (yang atas desakan Amnesty Internasional) dibebaskan, lalu kembali ke Purwodadi pada 1979; juga melakukan penelitian bertahun-tahun dengan menemui langsung teman-teman dan korban lain serta keluarganya. Menurutnya, puncak operasi Sapu Jagat dengan cara pembantaian massal ini meluas terjadi antara pekan terakhir November 1968, lalu Desember 1968 sepenuh bulan. Dilanjutkan sepenuh bulan pada Januari 1969 hingga pekan pertama bulan Februari 1969.

“Saya sangat meyakini ini juga dari rangkuman testimoni sanak famili yang membesuk sejak masih ditahan di Purwodadi”, kata KS berkisah.

Dari berbagai testimoni korban, bahkan juga dari kalangan yang menjadi “bagian” pelaku pembantaian massal 1965-1969 ini lah, lokasi kuburan massal itu dicoba dipetakan.

 

Cerita Dari Hutan Monggot

Monggot itu di Godi dan lokasinya masuk hutan Kawasan Pemangkuan Hutan (KPH) Geyer. Sebelum berlangsung eksekusi, korban dihitung dari Polsek Toroh oleh mbah Nyomo (alm) yang ditugasi menghitung dan mencatat asal daerahnya. Diketahui selain dari wilayah Purwodadi dan sekitarnya, ada pula tapol yang dikirim (dibon_Red) dari luar daerah, seperti diketahui dari Demak.

Tiap malam Minggu antara November 1968 hingga Februari 1969 dilakukan eksekusi atas para tapol itu. Pada masa itu, menurut YT saksi lainnya; diberlakukan jam malam dengan ketat mulai jam 19.00 malam.

Biasanya setelah lewat jam 22.00 malam mulai dilakukan eksekusi. Kejadian seperti ini bisa berlangsung hingga subuh hari. Penduduk sekitar mengetahuinya dari suara rentetan bunyi senapan di lereng tepian hutan Monggot, tak jauh lokasinya dari tikungan yang pada masa lalu disebut tikungan Gua Macan.

“Menurut taksiran, korban yang dieksekusi dan dibuang di lokasi ini tak kurang dari 2.000 orang”, kata saksi sejarah sambil menunjukkan lokasinya [Foto: Humas YPKP]

“Menurut taksiran, korban yang dieksekusi dan dibuang di lokasi ini tak kurang dari 2.000 orang”, kata saksi sejarah sambil menunjukkan lokasinya [Foto: Humas YPKP]

Jika eksekusi dilakukan dengan bedil maka bisa ditebak siapa pelaksana pembantaian massal di wilayah itu. Penduduk sekitar Monggot tentu tak berani keluar rumah malam hari, bukan cuma lantaran pemberlakuan jam malam yang ketat melainkan karena pada masa itu kawasan ini sepi dan wingit serta beresiko terkena ekses Geger Gestok kala itu.  

“Menurut taksiran, korban yang dieksekusi dan dibuang di lokasi ini tak kurang dari 2.000 orang”, kata saksi yang menyertai kami.

Kenapa jumlah itu bisa diprediksikan? Karena memang ada penghitungan jumlah di kantor Polsek Toroh masa itu. Sementara lokasi Monggot ini masuk wilayah Polsek Godi, dan tak diketahui penghitungan jumlah tapol yang tercatat di kepolisian (Polsek Godi_Red) setempat. [tim]

Don't miss the stories follow YPKP 1965 and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
cia_adammalik_wikipedia

Adam Malik Direkrut CIA ?

MI/Susanto

Komnas HAM Berkomitmen Tuntaskan Kasus Pelanggaran HAM Berat

Related posts
Your comment?
Leave a Reply