Latest News Page 42
Sekilas Tempo Doeloe [3]
Oleh: Andreas JW Gagal Menyelamatkan Bung Amir Di tengah-tengah kerja keras mengkonsolidasi partai, suatu hari saya mendapat informasi dari seorang kader partai bernama Slamet Mamik alias Pak Wardojo, suami dari Ibu Marni. Kader satu ini punya jaringan cukup luas. Dia juga handal menyusup dan... read more »
Sekilas Tempo Doeloe [2]
Menjadi Sekretaris SC Sekitar akhir tahun 1946 atau awal tahun 1947, ketika itu saya masih sebagai kader muda partai, di Solo diselenggarakan Konferensi Nasional PKI, bertempat di Sitihinggil Kraton Kasunanan Surakarta. Konfernas kemudian dinyatakan sebagai Kongres IV, karena menghasilkan... read more »
Sekilas Tempo Doeloe [1]
Oleh: Andreas JW Mengenal Alimin Kira-kira awal 1946, pimpinan Jawatan Penerangan Jawa Tengah, Suwito Kusumowidagdo; mendengar kabar ada seorang tokoh komunis Angkatan 1926, bernama Alimin; pulang ke kampung halamannya, di Solo. Sehubungan dengan itu Jawatan Penerangan berencana mengundang Alimin... read more »
Tangan Mohammad Hatta Berlumuran Darah Dalam Peristiwa Madiun
Oleh: Martin L Dinihari 19 September 1948, Brigade 29 yang bermarkas di Pabrik Gula Redjoagung Madiun melucuti senjata pasukan tak dikenal yang menggunakan ikat kepala merah dan badge tengkorak. Pasukan tak dikenal ini dianggap mengancam keselamatan buruh dan tentara teritorial di Madiun... read more »
Putu Oka Sukanta, Menemukan Akupuntur di Penjara Orba
Oleh: Jofie Dwana Bakti – 3 September 2018 Putu Oka Sukanta adalah bekas seniman yang dekat dengan Lekra. Kini, ia menggantungkan hidup lewat akupuntur, keahlian yang didapatinya di penjara Orba. Setahun sebelum Gerakan 30 September (G30S) meledak, Putu Oka Sukanta pergi ke Jakarta untuk... read more »
Artikel
Tragedi 1965 dan Kemanusiaan Kita *
Baskara T Wardaya2 [Bagian 1] Pada dinihari tanggal 1 Oktober 1965 enam orang jenderal Angkatan Darat Indonesia diculik dan dibunuh secara keji dalam sebuah operasi militer di Jakarta, ibukota negeri... read more »
Berita Duka: MENGENANG IBRAHIM ISA
Kawan Ibrahim Isa wafat pada 17 Maret 2016 di Negeri Belanda. Ia pejuang gigih dan penulis aktif yang produktif mengisi kolom Soeara Kita. Atas nama Pengurus dan Relawan YPKP’65 serta Redaksi Soeara Kita mengucapkan turut berduka cita atas berpulangnya seorang kawan. Untuk kembali mengingat begitu gigihnya perjuangan Ibrahim Isa melawan... read more »
Djakarta 1966: Hiruk Pikuk Supersemar yang Samar-samar
29 March 2016 | Sari Safitri Mohan Pada awal dekade 80an, Arifin C Noer membuat tiga film tentang Suharto: dimulai dari Serangan Fajar (1981), disusul... read more »
Penelitian Korban Tragedi 1965-1966
Oleh: Bedjo Untung Sampai sekarang belum bisa menghitung secara pasti berapa jumlah korban pembunuhan massal Tragedi 1965-1966. Hal ini disebabkan sebaran... read more »
Menjadi Indonesia Pasca-1965
Geger Riyanto* | Kamis, 17 Maret 2016 Tak kurang dari dua hari, kita disajikan dengan dua berita yang mudah diduga. Pertama, Menteri Koordinator Politik,... read more »
Berita
Pembongkaran Makam Heru Atmodjo
Jakarta 25 April 2011 Belum ada 100 hari sejak pemakaman Letkol Penerbang Heru Atmodjo (alm), masyarakat sipil di Jakarta khususnya yang peduli terhadap hak asasi manusia dikejutkan oleh raibnya jenasah Heru Atmodjo di Taman Makam Pahlawan Kalibata Jakarta, batu nisan mau pun tulisan yang menyebutkan Heru Atmodjo dimakamkan hilang... read more »
Pembongkaran Makam Heru Atmodjo
Bedjo Untung* Ketua YPKP 65 | Jakarta 25 April 2011 Belum ada 100 hari sejak pemakaman Letkol Penerbang Heru Atmodjo (alm), masyarakat sipil di Jakarta... read more »
NAPAK TILAS | Mengenang Tempat Penyiksaan Tahanan Polit...
Jumat, 25 Juni 2010 | 16:31 WIB TANGERANG, KOMPAS.com — Memperingati Hari Internasional untuk Mendukung Korban Penyiksaan yang jatuh pada 26 Juni, Jaringan... read more »
Negara Jangan Cuci Tangan atas Tragedi 1965 (1)
Oleh : Yoseph Tugio Taher | 10-Jan-2010, 11:12:24 WIB KabarIndonesia – Dalam rangka Memperingati 61 tahun Hari Hak Asasi Manusia Sedunia, 10 Desember... read more »
Kliping
Supersemar, Inti Rezim Orde Baru yang Palsu
HENDRI ISNAENI Jum’at 11 Maret 2016 WIB Supersemar yang otentik belum juga ditemukan hingga sekarang. Akibat dari surat perintah itu begitu mengerikan. HARI ini, setengah abad lalu, 11 Maret... read more »
Misi Pengusaha Sebelum Supersemar
Wenri Wanhar Selasa 10 Maret 2015 WIB Sebelum tiga jenderal, dua pengusaha diutus untuk membujuk Sukarno menyerahkan kekuasaan kepada Soeharto. Alamsjah Ratu Perwiranegara, asisten VII Menteri Panglima Angkatan Darat (Menpangad) Mayjen TNI Soeharto, usul menggunakan pihak ketiga untuk membujuk Sukarno agar membubarkan Partai Komunis Indonesia... read more »
Bedah Buku “Kekerasan Budaya Pasca 1965”
9 Maret 2017 | Jaganyala | Pewarta: Fair Naza* Partai Pergerakan Kedaulatan Mahasiswa (Pandawa) melanjutkan kembali “Diskusi Rabuan” yang menjadi agenda... read more »
Menjelang Dibukanya Arsip Rahasia Amerika Soal 1965
Reporter: Agung DH | 08 Maret, 2017 Mungkinkah kampanye anti Amerika akan muncul setelah dibukanya arsip-arsip 1965? tirto.id – Pusat... read more »
Titik Balik Demokrasi Kebablasan
Oleh: Saurip Kadi* Otokritik dan resep perbaikannya tentang demokrasi yang disampaikan Presiden Jokowi pada sebuah acara di Sentul Bogor tanggal 22 Pebruari... read more »
Selamat Jalan Guru Kami…
Slamet Susilo Wardoyo, lahir di Cilacap 1937, adalah seorang Guru SD semasa sebelum “Geger Gestok 65”. Tuduhan terlibat G30S, yang tak pernah terbuktikan itu, telah menyeretnya masuk... read more »
G30S/Militer: Bagaimana Soeharto Mendalangi Pembantaian 1965?
15 Agustus 2018 | Jess Melvin* Meski sudah 20 tahun kediktatoran Soeharto runtuh, mitos yang menjustifikasi pendirian rezim Orde Baru (dan juga masa pemerintahan setelahnya) masih berdiri... read more »
Hendra dan Legenda Lukis Kerakyatan
Catatan: Tri Guntur Narwaya Hendra Gunawan (1918 – 1983). Maestro seni lukis Indonesia yang sering dilupakan. Nama dan karyanya sejatinya bisa disejajarkan dengan mereka para... read more »
Haris Azhar: “Jokowi Tidak Bisa dan Tidak Mau”
Haris Azhar: “Jokowi Tidak Bisa dan Tidak Mau” PADA tanggal 31 Mei 2018 Lalu Presiden Jokowi menerima korban pelanggaran HAM masa lalu yang tergabung dalam Aksi Kamisan. Dalam... read more »
Komnas HAM: “Kalau Jaksa Agung Tidak Mampu, Kami akan Bereskan”...
Mohammad Choirul Anam, Anggota Komnas HAM: “Kalau Jaksa Agung Tidak Mampu, Kami akan Bereskan” JAKSA Agung HM Prasetyo menyebut sulit untuk kasus pelanggaran HAM berat di masa lampau... read more »