Belanda Akan Menyelidiki Kekerasan Tentaranya di Indonesia

377 Viewed Redaksi 0 respond
Arsip foto pembantaian di Rawagede
©www.kennislink.nl
Arsip foto pembantaian di Rawagede ©www.kennislink.nl

BARI MUCHTAR |  ·

Pemerintah Belanda akan mendanai penyelidikan besar-besaran menyeluruh tentang kekerasan  struktural yang dilakukan oleh tentara Belanda pada zaman perang dekolonisasi di Hindia-Belanda (nama Indonesia di zaman Belanda). Demikian diputuskan oleh rapat pleno kabinet Belanda Jumat 2 Desember.

Menurut hasil penyelidikan yang baru, saat perang kolonial di Hindia Belanda terjadi, kekerasan ekstrem merupakan  hal yang biasa.

Pada perang kemerdekaan Indonesia itu sekitar seratus ribu warga Indonesia dan hampir lima ribu tentara Belanda tewas.

Menurut sejarawan Swis-Belanda, Rémy Limpach, tentara Belanda sampai saat mereka hengkang dari Indonesia pada 1949 telah melakukan pembakaran kampung-kampung dan pembunuhan massal di seluruh Indonesia.

Sejauh ini versi resmi pemerintah Belanda menyatakan bahwa kekerasan hanya terjadi sporadis sebagai ekses belaka. Namun hasil penyelidikan ilmiah Limpach di atas menunjukkan bahwa tentara Belanda melakukan pembunuhan dan penyiksaan besar-besaran.

Partai Demokrat D66 dan partai sosialis SP sudah lama menuntut dilakukan penyelidikan menyeluruh.

“Selama ini Belanda disayangkan selalu sulit untuk membongkar halaman kelam sejarahnya. Saya kira penyelidikan ini merupakan ancang-ancang menuju kepada pengakuan,” kata Harry van Bommel, anggota parlemen Belanda dari SP.

Anggota parlemen dari D66, Sjoerd Sjoerdsma, mengatakan, “pengakuan terhadap masa silam yang kelam adalah sangat penting bagi kredibilitas kita”. Ia berpendapat, Negara Belanda memiliki kewajiban moral dan politik untuk menunjukkan rasa tanggung jawabnya.

Menlu Bert Koenders, tidak lama setelah dipublikasikannya laporan Limpach sudah mengisyaratkan untuk melakukan penyelidikan terhadap ekses yang dilakukan tentara Belanda di Indonesia. Ia langsung menyebut istilah “halaman kelam”di sejarah kita.

Menhan Jeanine Hennis menambahkan, pemerintah Bealnda tidak akan lari dari tanggung jawabnya. Namun ia menandaskan, mayoritas tentara Belanda tidak terlibat dalam kekerasan ekstrem.

Partai liberal konservatif VVD mendesak agar kekerasan yang dilakukan oleh pejuang kemerdekaan Republik Indonesia juga diselidiki.

Sumber: De Volkskrant

http://beritabelanda.com/belanda-akan-menyelidiki-kekerasan-tentaranya-di-indonesia/

Don't miss the stories follow YPKP 1965 and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
PARTICIPANTS: Participants of the International Conference on the History of Reconciliation Indonesia 1965: Facts, Rumors & Stigma; Which was held at the Goethe University of Frankfurt Germany, 2016, November 10-12  [Photo: Bas]

History, Memory and Remembrance: a Perspective from the Victims

BEDJO UNTUNG: Ketua YPKP'65 Pusat, Bedjo Untung (paling kanan) menemui para korban Tragedi 65 Banten (3/12)  sekaligus sosialisasi hasil-hasil Konferensi Internasional bertema Rekonsiliasi Sejarah Indonesia1965. Tema ini menjadi perbincangan komunitas internasional [Foto: Humas YPKP]

Temu Korban Tragedi 65 Banten dan Konferensi Internasional

Related posts
Your comment?
Leave a Reply