[Lelayu] Kawan Sundoro Wafat Dalam Usia 90 Tahun

430 Viewed Redaksi 0 respond
lelayu

YPKP 65
Berdukacita atas Meninggalnya
Kawan Sundoro

Satu lagi, daun-daun kering berguguran menjadi rabuknya Ibu Pertiwi. Bapak Sundoro (90 tahun) seorang Kawan/Korban65/YPKP65 dari Desa Pelutan Kabupaten Pemalang tutup usia kemarin Minggu 24 Agustus 2014 dan telah dimakamkan hari ini Senin 25 Agustus 2014 di Taman Pemakaman Umum Lawangrejo, Pemalang pada jam 15.00 wib.

Ketika tahun 1965 beliau sebagai Ketua LEKRA (Lembaga Kebudayaan Rakyat) Cabang Pemalang. Kawan Sundoro juga tercatat sebagai anggota PERSAGGI (Persatuan Guru Gambar Indonesia) bersama pelukis Sudjojono, Affandi, dll. ikut barisan aksi propaganda menggelorakan semangat Proklamasi 17 Agustus 1945 melalui coretan-coretan, lukisan poster anti penjajah Belanda.

Pada tahun 1965 bersama Pelukis Mardadi Untung dan ribuan orang anggota PKI se Kabupaten Pemalang ditahan di bekas Gudang/ Pabrik Rokok Serok depan stasiun Kereta Api Pemalang dalam kondisi tak layak huni (tidak ada sanitasi, kurang makan dan minum, dll.) oleh rejim militer Orde Baru selama 5 tahun. Kemudian dibuang ke Nusakambangan terus dibuang ke kamp konsentrasi kerja paksa di Pulau Buru.

Kawan Sundoro menjalani penahanan dan penyiksaan, kerja paksa total selama 14 tahun tanpa proses hukum, sampai akhirnya dibebaskan secara massal pada tahun 1979.

Kawan Sundoro pada 1965 juga bertugas sebagai pengurus/pengelola DISTRARATA – lembaga pendidikan tuna netra pertama dan terkenal di Jawa Tengah. Beliau termasuk tokoh senior, pelukis dan perancang arsitektur/pendiri kota Pemalang bersama Mardadi Untung. Juga termasuk salah satu tokoh Peristiwa Tiga Daerah bersama mBah Urip, Bung Suwignyo dari Comal, Kawan Makdum dari kantor Jawatan Penerangan Kabupaten Pemalang serta Bung Marsaid Ketua CS PKI Pemalang yang pada 1965 dieksekusi di pesisir Widuri Pemalang.

Setelah dibebaskan pada 1979 Kawan Sundoro masih aktif melukis dan menjadi aktifis gereja GKI Pemalang. Karya monumental setelah pembebasan, beliau menerjemahkan alkitab Injil ke dalam Bahasa Jawa dan ditulis tangan dengan Aksoro Jowo.

Atas nama pengurus dan relawan YPKP 65 (Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan 1965/1966 dan pribadi, ikut berduka cita dan merasa kehilangan yang mendalam atas meninggalnya Kawan Sundoro. Semoga arwah dan jasadnya mendapat tempat yang paling terhormat di sisi Tuhan Allah sesuai amal bhaktinya. Kepada sanak saudara, handai taulan dan Kawan-Kawan seperjuangan yang ditinggalkannya kiranya diberi kekuatan untuk tabah menghadapi cobaan dan akan terus berjuang melanjutkan cita-cita perjuangannya.

Kawan Sundoro kini telah meninggalkan kita untuk selamanya, namun semangat perjuangannya akan tetap menyala dan terus memberi inspirasi kepada Kawan-Kawan yang ditinggalkannya serta akan senantiasa dikenang sepanjang jaman.

Ikut Belasungkawa,

Bedjo Untung
Ketua YPKP 65
YAYASAN PENELITIAN KORBAN PEMBUNUHAN 1965/1966 [YPKP 65] | Indonesian Institute for The Study of 1965/1966 Massacre | SK. Menkumham No.C-125.HT.01.02.TH 2007 Tanggal 19 Januari 2007 | Tambahan Berita Negara RI Nomor 45 tanggal 5 Juni 2007 | Pengurus Pusat:
Jalan M.H.Thamrin Gang Mulia no. 21 Kp. Warung Mangga, RT 01 RW 02 Panunggangan , Kecamatan Pinang, Kab/Kota Tangerang 15143,  Banten, INDONESIA | Phone : (+6221) 53121770, Fax 021-53121770 | e-mail: ypkp_1965@yahoo.com; beejew01@yahoo.co.uk | website: http://ypkp1965.org |

Don't miss the stories follow YPKP 1965 and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Zak Yacoob [Foto: mg.co.za]

Pidato Zak Yacoob | 20 Juli 2016

YPKP'65 Cabang Pemalang tengah menggelar silaturahmi Sosialisasi putusan IPT'65 [Foto: ypkp.doc]

Putusan IPT’65; Genosida dan Kuburan Massal

Related posts
Your comment?
Leave a Reply