Doa Bersama dan Deklarasi LBH Rumah Kita

50 Viewed Redaksi 0 respond
lbh_deklarasi_LBH_Rumah_Kita
Siaran Pers:
Masyarakat Sayang LBH

Perkembangan politik yang berakhir dengan kekacauan, demokrasi yang berakhir dengan main hakim sendiri, membuka jalan untuk lawannya: diktator.

Pokok-pokok reformasi memandatkan arah gerak negara Indonesia lebih demokratis selepas rezim otoriter memerintah berpuluh-puluh tahun. 19 tahun Reformasi bergulir, nyatanya sisa-sisa rezim Orde Baru masih berusaha menancapkan kukunya di tengah bangsa ini.

6 Amanat Reformasi harus kembali diingat, disuarakan dan dilanjutkan hingga tuntas. Orde Baru kali ini harus selesai, tidak bisa tidak. Sebab kita tidak akan pernah kembali mengizinkan rezim diktator kembali berkuasa.

LBH – YLBHI yang sejak dulu berjalan bersama dengan gerakan masyarakat sipil memperjuangkan demokrasi sejati, minggu lalu (17/09/) telah mengalami penyerangan oleh aktor-aktor intoleran dan anti demokrasi. Penyerangan terhadap LBH – YLBHI merupakan simbol penyerangan terhadap penyediaan layanan bantuan hukum kepada masyarakat miskin, buta hukum dan marjinal. Penyerangan tersebut juga dapat dimaknai sebagai serangan terhadap gerakan masyarakat sipil. Namun hal tersebut tidak akan menghentikan langkah gerakan masyarakat sipil untuk semakin giat berjuang memastikan terpenuhinya 6 Amanat Reformasi.

LBH-YLBHI adalah Rumah Kita bersama, tempat dimana masyarakat dapat berkonsolidasi dan terus bergerak menyuarakan keadilan dan kebenaran,” terang Azka perwakilan Masyarakat Sayang LBH.

Setelah seminggu tidak beroperasi, LBH-YLBHI hari ini membuka kembali kantornya dengan didukung oleh Masyarakat Sayang LBH-YLBHI. Masyarakat Sayang LBH terdiri dari jaringan, klien, paralegal, alumni dan individu-individu yang merasa bahwa LBH adalah rumah bersama.

Seminggu yang lalu terjadi pengepungan dan penyerangan terhadap YLBHI dan LBH Jakarta, pada tanggal 17 September 2017 malam hari hingga 18 September 2017 dini hari, yang demi alasan keamanan akhirnya harus tidak beroperasi selama satu minggu. Dampaknya berarti banyak pengadu dan pencari keadilan terpaksa tidak dapat dilayani.

Dengan didukung oleh banyak pihak, hari ini LBH-YLBHI kembali membuka kantor dan gedung serta layanan bantuan hukumnya, untuk kembali dijadikan rumah bersama. LBH Rumah Kita. Rumah dimana orang-orang yang dipinggirkan, dilanggar hak-haknya, dianiaya, dimarjinalkan dan ditutup aksesnya pada keadilan diterima dengan pintu dan tangan terbuka.

Seremoni hari ini merupakan simbol, bahwa gedung LBH Indonesia ini bukan hanya tempat pengacara dan staf LBH Jakarta dan YLBHI saja tetapi merupakan tempat dimana korban pelanggaran HAM merasa nyaman dan aman,” ujar Dhyta, perwakilan dari Masyarakat Sayang LBH.

Peristiwa penyerangan minggu lalu merupakan kejadian yang melukai demokrasi di Indonesia, tetapi kami akan mendukung dan menemani YLBHI – LBH Jakarta untuk bangkit lagi dan kembali berjuang untuk masyarakat miskin dan tertindas,” lanjutnya.

Acara hari ini akan diisi dengan doa bersama lintas iman dan agama; penandatanganan Deklarasi LBH Rumah Kita oleh tokoh agama, tokoh masyarakat, pemimpin Serikat Pekerja/Serikat Buruh; pelepasan burung merpati sebagai simbol perdamaian; dan pembukaan kantor secara resmi oleh pimpinan YLBHI – LBH Jakarta serta perwakilan paralegal.

Kami berharap YLBHI – LBH Jakarta akan terus ada dan melanjutkan kerja-kerjanya untuk melindungi dan memperjuangkan hak asasi warga masyarakat. Masyarakat Sayang LBH akan terus mengawal dan menemani YLBHI – LBH Jakarta.

Jakarta, 25 September 2017
Masyarakat Sayang LBH

Don't miss the stories follow YPKP 1965 and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
LBH JAKARTA ✔ @LBH_Jakarta
Update situasi di depan Gedung YLBHI/LBH Jakarta. Para lansia masih belum diperbolehkan masuk oleh aparat kepolisian
1:00 PM - Sep 16, 2017

Usut Tuntas dan Tangkap Dalang Penyerangan YLBHI, Tuntaskan Kasus Kejahatan HAM Berat 1965-66.

kontras_komnasham-brani

Menanti Anggota Komnas HAM Terpilih yang Berintegritas dan Bernyali

Related posts
Your comment?
Leave a Reply