YPKP ‘65 Mengecam Keras Gerombolan “Pemuda Pancasila” pada Pembubaran Pameran “Tribute of Wiji Thukul” Yogyakarta

457 Viewed Redaksi 0 respond
tribute-jokja.2b

YPKP ‘65 Mengecam Keras Gerombolan “Pemuda Pancasila” pada Pembubaran Pameran “Tribute of Wiji Thukul” Yogyakarta

Dalam realitasnya organisasi massa preman Pemuda Pancasila (PP) telah sering menunjukkan perilaku sebagai Pemuda “anti” Pancasila. Alih-alih membangun karakter pancasilais dalam bingkai kebhinekaan NKRI, malah secara historis ormas ini dapat dikata merupakan bagian dari organisasi preman yang ikut terlibat pembantaian dengan menjadi mata rantai pelaku kejahatan kemanusiaan pada 1965-66 dan masa setelahnya.

Dalam pencermatan YPKP 65 sendiri organisasi ini tak lebih dari sebuah kelompok preman terorganisir, dan secara empiris banyak melakukan gangguan bahkan serangan terbuka terhadap para korban dan penyintas peristiwa 65. Bagi YPKP 65 sendiri yang pernah mengalami serangan fisik sebagaimana terjadi dan menimpa relawan di Bukittinggi (Sumatera Utara) dan beberapa terjadi di Jawa mengidentifikasi organisasi ini tak lebih dari bentuk premanisme terorganisir.

Begitu pun dengan apa yang terjadi ketika gerombolan ini menyerang dan membubarkan pembukaan Pameran Seni Tribute of Wiji Thukul bertema “Aku Masih Utuh dan Kata-Kata Belum Binasa” yang dihelat kawan Andreas Iswinarto di Pusham UII Yogyakarta, 8 Mei 2017 lalu.

Menilik kronologi serangan gerombolan Pemuda “anti” Pancasila berjumlah sekitar 40 orang, yang didahului oleh munculnya beberapa oknum intel di lokasi pameran sebelum serangan; maka patut diduga bahwa gerombolan ini tidak bergerak sendirian dan menjadi bagian (baca: mata rantai) kekuatan anti demokrasi yang berdiri di belakangnya.

Oleh karenanya, YPKP 65 menyampaikan tuntutan sebagai berikut:

  1. Mengecam keras tindakan intoleransi berupa serangan terbuka oleh Pemuda “anti” Pancasila (PP), terutama upaya pembubaran acara pameran seni di Pusham UII belum lama ini;
  2. Menuntut pihak berwajib, dalam hal ini Kepolisian RI, Kepolisian Daerah DIY dan seluruh jajarannya, mengusut tuntas dan menindak tegas tindakan kriminal gerombolan preman PP sampai pada pihak-pihak yang terlibat langsung maupun tak langsung di dalamnya;
  3. Kepolisian RI harus bisa mencegah terjadinya segala bentuk tindakan gangguan dan serangan di ruang publik maupun di lingkungan akademik.

Demikian pernyataan mengecam dengan keras ini dikemukakan agar menjadi perhatian publik, khususnya bagi pihak yang berwajib dalam penegakan hukum di Indonesia.

Jakarta, 5 Mei 2017

Bedjo Untung

YAYASAN PENELITIAN KORBAN PEMBUNUHAN 1965/1966 (YPKP 65)
Indonesian Institute for The Study of 1965/1966 Massacre
SK Menkumham No.C-125.HT.01.02.TH 2007 Tanggal 19 Januari 2007
Berita Negara RI Tanggal  5 Juni 2007 No.45
Jalan M.H.Thamrin Gang Mulia no. 21 Kp. Warung Mangga,
Panunggangan Kecamatan Pinang, Tangerang 15143, Banten,  Indonesia
Phone : (+62  -21) 53121770, Fax 021-53121770 | E-mail
ypkp_1965@yahoo.com | website: http://www.ypkp1965.org

Don't miss the stories follow YPKP 1965 and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
illustrasi: RA. Kartini [wartasolo]

Kartini dan Gerwani

LPSK: Pertemuan LPSK-YPKP'65 yang digelar di markas LPSK Cijantung,(16/5) untuk meminta penjelasan dan klarifikasi berbagai kemunduran kualitas layanan medis-psikososial kepada para korban/ penyintas peristiwa 65 [Foto: Marsha Kaugekin]

Korban 65 Protes Layanan Medis-Psikososial LPSK yang Makin Merosot dan Tak Konsisten.

Related posts
Your comment?
Leave a Reply