Tag Archives Kasus 65

je-ju
Mari belajar dari proses perdamaian Kore...

Mari belajar dari proses perdamaian Korea

Saskia E. Wieringa* | Amsterdam | Kamis, 19 Juli 2018 |12:08  Pada akhir Juni, saya menghadiri 2018 Jeju Forum for Peace and Prosperity. Jeju adalah pulau yang populer di selatan daratan Korea dan telah menjadi lokasi dari acara tingkat tinggi ini sejak tahun 2001, ketika peringatan satu tahun... read more »

ilustrasi : [googling]
“Jenderal, di manakah kubur mereka...

“Jenderal, di manakah kubur mereka..?” [1]

Oleh: Yoseph T Taher 1 Oktober 1965 merupakan titik awal masa kegelapan bumi Indonesia. Enam Jenderal, petinggi Angkatan Darat Indonesia, diculik dan dibunuh oleh para militer dibawah pimpinan Letkol. Untung Samsuri dalam suatu gerakan yang dinamakan “Gerakan 30 September” atau disingkat... read more »

Soebandrio, salah satu loyalis Sukarno yang ditangkap. 
[Foto: Arsip Nasional Belanda]
Meringkus Loyalis Sukarno

Meringkus Loyalis Sukarno

Martin Sitompul  Kamis 15 Maret 2018 WIB Supersemar juga dijadikan alat untuk menangkap 15 menteri pendukung Sukarno. Sisi kelam menjelang terbitnya Orde Baru. CHAERUL Saleh tak pernah menyangka, tanggal 18 Maret 1966 menjadi hari Jumat petaka dalam hidupnya. Wakil Perdana Menteri (Waperdam) III... read more »

YPKP 65: Sudarno, Ketua YPKP 65 Cabang Pekalongan di Kantor Komnas HAM, termasuk beberapa delegasi YPKP 65 Daerah lain, menyertai Ketua YPKP 65 Pusat melaporkan temuan akhir sejumlah 162 lokasi pembantaian dan kuburan massal korban tragedi 65 di berbagai daerah [Foto:  Doc.YPKP]
162 Lokasi Kuburan Massal Dilaporkan ke ...

162 Lokasi Kuburan Massal Dilaporkan ke Komnas HAM

Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan 1965/66 (YPKP 65) menyertakan perwakilan dari berbagai daerah, bersama organisasi korban tragedi 65 lainnya menemui komisioner Komnas HAM di Jakarta (22/1). Delegasi korban yang ikut datang dari Cirebon, Pekalongan, Cilacap, Magelang, Yogyakarta dan Jakarta... read more »

GEGER GESTOK 65: Gumbul "Tirto Giri Kalangan" pada masa Tragedi 65 gagal dijadikan lokasi kuburan massal (mass-graves) meskipun telah diperintahkan otoritas militer masa itu {Foto: YPKP'65 Pacitan]
Cokrokembang, Bumi yang Menolak Jadi Kub...

Cokrokembang, Bumi yang Menolak Jadi Kuburan Massal 65

Pucuk gunung Lawu (yang sekarang pajal bagian puncaknya) dalam suatu legenda tutur perbatasan Magetan – Ngawi tengah dipikul punakawan Semar, Gareng dan Petruk. Dari tempatnya, potongan gunung ini dibandhet tali gulma sembukan dan dipikul kayu pohon ketela. Dalam perjalanannya ke arah... read more »

Para prajurit bersenjata mengangkut para terduga anggota Pemuda Rakyat, pada 10 Oktober 1965, dua hari sebelum diumumkannya penangkapan Letkol Untung. [BETTMANN / GETTY IMAGES]

Peristiwa G30S 1965, penumpasan PKI, dan hari-hari sesudahnya

30 September 2017 Peristiwa Gerakan 30 September dan langkah pembalasannya meninggalkan luka begitu mendalam hingga hari ini. Tanggal 30 September malam, sejumlah prajurit Tjakrabirawa... read more »

Hasanudin Abdurakhman (Ilustrasi: Edi Wahyono)

Cerdas Memahami Sejarah 1965

Senin 25 September 2017, 11:16 WIB | Hasanudin Abdurakhman Jakarta – Mungkingkah PKI bangkit lagi? Terhadap pertanyaan semacam itu kita bisa dengan sederhana menjawab, mungkin saja.... read more »

Blokade polisi di depan gerbang kantor YLBHI, Jakarta Pusat, menolak acara seminar Sejarah Pengungkapan Kebenaran 1965/1966 (16/09/2017). FOTO/Forum 65 (Amin Siahaan)

Polisi Blokade Seminar 1965/1966, Panitia: Ini Pembungkaman

Reporter: Jay Akbar | 16 September, 2017 – Peserta seminar “Pengungkapan Kebenaran 1965/1966” dilarang masuk Gedung LBH – Panitia menolak blokade yang dilakukan oleh... read more »

ROHINGYA: Gelombang pengungsi Rohingya, ekses krisis kemanusiaan di negeri Juncta [Net]

Pernyataan Pers | Rohingya dan Tragedi 65

Pernyataan Sikap YPKP 65 : No.05092017 “bukan tuhan yang harus diberhalakan melainkan kemanusiaan yang mesti dipertuhankan” (anonim) Apa yang terjadi di Rakhine dimana militer Myanmar... read more »

Kiri-kanan: Asvi Warman Adam, Leila S. Chudori, dan Martin Aleida dalam peluncuran buku "Tanah Air yang Hilang" di Galeri Cemara, Jakarta, Sabtu, 12 Agustus 2017. 
Foto: Nursyahbani Katjasungkana.

Orang-orang Indonesia yang Kehilangan Tanah Airnya

Nur Janti | Minggu 13 Agustus 2017  Kemerdekaan bagi para eksil yang dicabut paspornya oleh rezim Orde Baru adalah pulang ke Indonesia Sastrawan Martin Aleida mewawancarai 19 orang Indonesia yang... read more »