Anti Orba

Latest News on Anti Orba
HAM-PBB: Pertemuan dengan Komisi Tinggi HAM PBB (5/2) di Komnas HAM Jakarta. Ketua Komisi Tinggi HAM-PBB, Zeid Ra'ad al Hussein (kedua dari kiri, berdasi) mengunjungi Indonesia dan bertemu dengan beberapa NGO di Jakarta.
YPKP 65 Desak Komisi Tinggi HAM PBB Ambi...

YPKP 65 Desak Komisi Tinggi HAM PBB Ambil Alih Kasus 1965

Jakarta – Pada Senin petang (5/2) YPKP 65 menemui Komisi Tinggi HAM PBB (United Nations Commission on Human Rights – UNCHR) karena menilai persoalan pelanggaran HAM masa lalu khususnya tragedi 65; sangat krussial. Dalam kesempatan itu YPKP mendesak komisioner UNCHR, Zeid Ra’ad Al Hussein... read more »

ingat65
Bukit-bukit kuburan massal

Bukit-bukit kuburan massal

January 11, 2018 Dulu, waktu saya masih SMA, ada sebuah bukit di kota saya yang dijuluki dengan Bukit Tengkorak. Anak-anak pecinta alam sering membicarakannya, tanpa mereka tahu apa asal-usulnya. Bukit itu tidak dianjurkan didaki oleh anak-anak kecil, karena dianggap angker. Awalnya, saya tak tahu... read more »

koperham
Presiden Perlu Kembalikan Wibawa Negara ...

Presiden Perlu Kembalikan Wibawa Negara lewat Penegakan Hukum dan HAM

Forum Akademisi dan Aktivis HAM: Presiden Perlu Kembalikan Wibawa Negara lewat Penegakan Hukum dan HAM Di tengah waktu yang makin sempit, peringatan Hari Hak-hak Asasi Manusia se Dunnia pada 10 Desember 2017 merupakan momen tepat bagi Presiden Joko Widodo untuk mengambil sikap berterusterang... read more »

koperham
Deklarasi Koalisi Peringatan Hari HAM (K...

Deklarasi Koalisi Peringatan Hari HAM (Koper HAM)

  Komite Perjuangan Hak Asasi Manusia 2017   Arah perjuangan sejatinya adalah menuju pencapaian cita-cita Kemerdekaan Indonesia, yaitu suatu situasi terwujudnya rakyat Indonesia yang berkeadilan dan makmur. Lebih jauh Pembukaan UUD 1945 menyatakan secara eksplisit bahwa pemerintah dibentuk... read more »

BEDJO UNTUNG: Ketua YPKP 65 Bedjo Untung dalam sesi tanya-jawab pada kuliah umum HAM bersama Prof Eric Stover dari UC Berkeley, School of Law [Foto: Marsha Augekin]
Prof Eric Stover: “We may forgive but we...

Prof Eric Stover: “We may forgive but we may not forget”

Tak kurang dari 150 peserta mengikuti Kuliah Umum Hak Asasi Manusia yg diselenggarakan oleh Yap Thiam Hien Foundation di Balai Agung DKI Jakarta pada Senin (4/12). Kuliah umum bertema “Taking the Gloves Off: the US, Torture and the War on Terror” menghadirkan Prof Eric Stover yang... read more »

More from Anti Orba

MARTIN ALEIDA: Penulis buku "Tanah Air Yang Hilang" Martin Aleida tengah memaparkan pandangannya (15/11/2017) di depan aktivis dan mahasiswa Indonesia di Leiden. [Credit-Photo: Tossy]

Martin Aleida: “Kejahatan Itu Harus Dibuka”

Aboeprijadi Santoso “Hatta dan Sjahrir ditawan Belanda di Boven Digul. Selama itu, mereka digaji dan boleh baca buku. Itu Belanda yang menjajah kita 350 tahun”. Begitu ujarnya.... read more »

Ketua Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan 1965/1966 (YPKP 65), Bedjo Untung kembali melaporkan temuan lokasi kuburan massal baru di Indonesia kepada Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Jakarta, Rabu (15/11/2017).(KOMPAS.com/ MOH NADLIR)

YPKP 65 Temukan 16 Lokasi Kuburan Massal Baru Korban Tragedi 1965

MOH. NADLIR | 15/11/2017, 14:24 WIB JAKARTA – Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan 1965/1966 (YPKP 65) kembali melaporkan temuan lokasi kuburan massal baru di Indonesia kepada Komisi... read more »

TEGOWANU: Parit di tepian jalan raya antara jembatan Rowo hingga perempatan Daplang, menurut saksi sejarah, merupakan areal memanjang tempat pembuangan mayat-mayat korban Tragedi 1965. Pembantaian besar-besaran berlangsung, terutama melalui operasi militer "Sapu Jagat"  yang baru berhenti pada 1969, menjelang  kunjungan utusan PBB, Poncke Princen  [Foto: Humas YPKP'65]

Jejak Kuburan Massal Purwodadi [1]

Pada akhir Oktober 2017 Tim YPKP 65 menelusuri sebagian dari 16 titik kuburan massal (mass-graves) yang tersebar di “basis merah” seputar Purwodadi Grobogan, Jawa Tengah. Kuburan korban... read more »

Ishak, bekas anggota pasukan Cakrabirawa. Foto: Muhammad Ridlo/KBR.

Pengakuan Anggota Cakrabirawa: Di Lubang Buaya Hanya Ada Militer

Jumat, 20 Okt 2017 17:05 WIB | Muhamad Ridlo Susanto “Saya hanya diperintah Letkol Untung supaya ikut ke Lubang Buaya. Di sana adanya ya militer dari Angkatan Udara, Angkatan Darat,... read more »

Sulemi, bekas anggota pasukan Cakrabirawa. Foto: Muhammad Ridlo/KBR.

Pengakuan Anggota Cakrabirawa: Kalau Minta Ampun ke Soeharto, Leb...

Jumat, 20 Okt 2017 16:40 WIB | Muhamad Ridlo Susanto  “Kalau suruh minta ampun kepada Pak Soeharto, ya maaf lebih baik saya ditembak mati saja. Bagi saya haram. Saya sudah sakit... read more »