Kisah Tapol

Latest News on Kisah Tapol
Di Gedung Agung Yogyakarta, Oemiyah dan Ngaisyah menurunkan bendera Jepang pada September 1945. Sumber: Wikimedia.org.
Perempuan Yogyakarta dalam Perjuangan

Perempuan Yogyakarta dalam Perjuangan

Nur Janti | 21 Aperil 2018; 14.00 wib Para perempuan Yogyakarta memanfaatkan apa saja, termasuk menyamar, untuk menjaga laju perjuangan. Tak sedikit yang kehilangan nyawa. TANPA menghiraukan para serdadu Jepang yang berjaga di luar pagar, Ngaisyah dan Oemiyah langsung naik ke atap Gedung Agung... read more »

Tuba bin Abdurahim [Foto: Humas YPKP 65]
Menuju Pulau Buangan

Menuju Pulau Buangan

Penulis: Bedjo Untung, sebagaimana dikisahkan oleh Tuba* Nama saya Tuba, ayah saya bernama Abdurahim. Dalam Kartu Tanda Penduduk, KTP -yang pernah ditandai “ET” itu- nama saya tertulis Tuba bin Abdurahim. Saya tidak tahu, mengapa ayah saya memberi nama “tuba” yang berarti zat atau racun... read more »

Ilustrasi Putri HB I yang Membantai Orang Tionghoa. tirto.id/Fiz
Sejarah Indonesia | Kisah Kelam Pembanta...

Sejarah Indonesia | Kisah Kelam Pembantaian di Tepi Sungai Bengawan Solo

Oleh: Iswara N Raditya – 31 Maret 2018 Sekitar seratus orang Tionghoa tewas dalam penyerbuan yang dipimpin oleh Raden Ayu Yudakusuma pada 1825. “Tanpa mempedulikan jerit dan tangisan para perempuan dan anak-anak Tionghoa, seluruh anggota masyarakat yang terdapat di Ngawi, habis dibantai.... read more »

IMG_0050
Ziarah Sunyi ke Makam Ramli

Ziarah Sunyi ke Makam Ramli

“tak boleh lagi kembali ke jalan senyap setengah abad yang bisu sudah lebih lampaui waktu” [Jalan Senyap, dari Antologi Puisi “Kayusula”, Aris Panji Ws; 2017]    Saat masih berada di bandara Soetta, kami diberitahu bahwa kalau sudah sampai di Kualanamu Medan, tim investigasi YPKP... read more »

sumilah.2a
RIP | Maria Goretti Sumilah

RIP | Maria Goretti Sumilah

Selasa, 27 Maret2018; jam 19.30 wib di RS Panti Rini, Kalasan Sleman Maria Goretti Sumilah, lebih dikenal dengan Bu Milah, sesungguhnya adalah korban “salah tangkap” pada suatu operasi militer pembasmian PKI paska Oktober 1965. Dikatakan korban “salah tangkap” karena semestinya yang... read more »

More from Kisah Tapol

Sumardi, aktivis Banser GP Ansor Purwodadi [Foto: BU]

Kesaksian Banser Sumardi: “Tapol 65 Diperas”

Apa saja yang terjadi di seputar Geger Gestok ’65 yang secara nasional diikuti oleh tumbangnya kekuasaan Soekarno sebagai Presiden RI pertama?  Lalu naik lah Soeharto yang membangun... read more »

IMG_3839

1965 dan Upeti Orang Bekuan

Rumah Broto Suar (nama disamarkan) diserbu barisan orang-orang hari itu; Jumat 19 November 1965.   Dia sendiri ditangkap pada Senin 22 November 1965, setelah 3 malam tidur di sisi sungai... read more »

GEGER GESTOK 65: Gumbul "Tirto Giri Kalangan" pada masa Tragedi 65 gagal dijadikan lokasi kuburan massal (mass-graves) meskipun telah diperintahkan otoritas militer masa itu {Foto: YPKP'65 Pacitan]

Cokrokembang, Bumi yang Menolak Jadi Kuburan Massal 65

Pucuk gunung Lawu (yang sekarang pajal bagian puncaknya) dalam suatu legenda tutur perbatasan Magetan – Ngawi tengah dipikul punakawan Semar, Gareng dan Petruk. Dari tempatnya,... read more »

Mardadi Untung (81) kembali berkacamata, di masa pemulihan penglihatannya [Foto: Humas YPKP 65]

Trauma Screening dan “kembalinya mata” Mardadi Untung [3]

Namun keajaiban dan kenyataan adalah dua perkara yang sama sekali berbeda, hingga pada suatu pekan ketiga menjelang akhir tahun 2017; gelisah memaksa mata abnormalnya tak bisa terpejam 4... read more »

Ilustrasi: Peristiwa Madiun 1948 [Photo-Credit: splicetoday.com]

Antara “Lubang Kerbau” dan “Perang Sabil”

Catatan “teror putih PM Hatta” Peristiwa Madiun 1948 Martin L “..Hari itu Senin Pahing, 19 Desember 1948. Umur saya (waktu itu) 18 tahun. Jam 10 malam sekelompok tentara datang kesini.... read more »