Kisah Tapol

Latest News on Kisah Tapol
CINDAGA: Runtuhan Jembatan Cindaga yang ambrol pada 27 Juni 2011 kini tinggal puingnya. Tetapi jembatan ini menyimpan kisah tragedi pembantaian tak kurang dari 300-an Tapol 65 . Seseorang penyintas tragedi 65 menunjukkan bekas lokasi hanyutnya mayat korban pembantaian [Foto: Humas YPKP 65]
Kisah Kelam Jembatan Cindaga

Kisah Kelam Jembatan Cindaga

Senin, 27 Juni 2011 pagi itu cerah ketika Sumarno (kini 39 tahun) warga Banyumas asal Desa Rawalo berada di atas jembatan Serayu setelah memarkir motor Supra miliknya. Masa itu orang memanfaatkan bentang jembatan untuk menjemur padi atau jagung hasil panen, karena memang jembatan ini tak lagi... read more »

180512a_karatem-RiP
In Memoriam: Michel Karatem | 27 Agustus...

In Memoriam: Michel Karatem | 27 Agustus 1934 – 11 Mei 2018

Rest in Peace: Michel Karatem, “anak negeri seribu pulau” ini lahir di kampung Ngaibor, Pulau Tarangan, Kabupaten Aru, Maluku Tenggara, 27 Agustus 1934. Menjelang 86 tahun usianya ia wafat setelah beberapa hari dirawat di RS Mayapada Modern-Land, Tangerang pada hari Jumat, 11 Mei 2018, pukul... read more »

rip_mard.1
Lelayu | Mardadi Untung | 28 April 1937 ...

Lelayu | Mardadi Untung | 28 April 1937 – 11 Mei 2018

 … satu lagi kesuma runtuh pada hari ketika Merapi terbatuk di pagi cerah bersamanya … Jumat, 11 Mei 2018, menjadi penanda waktu dimana seorang pelukis eks anggota Lekra; memenuhi panggilan kuasa Tuhannya. Mardadi Untung, 81 tahun, meninggal di RS Santa Maria, Pegatungan Mulyoharjo,... read more »

pram_bbc
Mengenal Pramoedya Ananta Toer lebih dek...

Mengenal Pramoedya Ananta Toer lebih dekat lewat catatan dan surat-surat

Sastrawan kawakan Pramudya Ananta Toer, yang karyanya selama ini menjadi inspirasi orang dalam memaknai sejarah perjuangan di tengah penindasan, ternyata memiliki sisi-sisi lain yang tak banyak orang mengetahuinya. Apa saja? Hallo, Gus. Kau sudah besarkah sekarang? Kau sudah di klas 1 SD sekarang?... read more »

Ilstrasi: Sri Sulistyowati (Eyang Sri")
Ode Untuk Eyang Sri

Ode Untuk Eyang Sri

Febriana Firdaus | 25 April 2018 Nawala ini saya tulis sekitar dua jam setelah saya menerima kabar bahwa Sri Sulistyawati, atau yang lebih dikenal sebagai Eyang Sri, meninggalkan kita semua di umur 78 tahun. Ia memang sudah jatuh sakit sejak awal Maret lalu.   Siapakah Eyang Sri? Saya pertama... read more »

More from Kisah Tapol

Di Gedung Agung Yogyakarta, Oemiyah dan Ngaisyah menurunkan bendera Jepang pada September 1945. Sumber: Wikimedia.org.

Perempuan Yogyakarta dalam Perjuangan

Nur Janti | 21 Aperil 2018; 14.00 wib Para perempuan Yogyakarta memanfaatkan apa saja, termasuk menyamar, untuk menjaga laju perjuangan. Tak sedikit yang kehilangan nyawa. TANPA... read more »

Tuba bin Abdurahim [Foto: Humas YPKP 65]

Menuju Pulau Buangan

Penulis: Bedjo Untung, sebagaimana dikisahkan oleh Tuba* Nama saya Tuba, ayah saya bernama Abdurahim. Dalam Kartu Tanda Penduduk, KTP -yang pernah ditandai “ET” itu- nama saya... read more »

Ilustrasi Putri HB I yang Membantai Orang Tionghoa. tirto.id/Fiz

Sejarah Indonesia | Kisah Kelam Pembantaian di Tepi Sungai Bengawan Solo

Oleh: Iswara N Raditya – 31 Maret 2018 Sekitar seratus orang Tionghoa tewas dalam penyerbuan yang dipimpin oleh Raden Ayu Yudakusuma pada 1825. “Tanpa mempedulikan jerit dan... read more »

IMG_0050

Ziarah Sunyi ke Makam Ramli

“tak boleh lagi kembali ke jalan senyap setengah abad yang bisu sudah lebih lampaui waktu” [Jalan Senyap, dari Antologi Puisi “Kayusula”, Aris Panji Ws; 2017]    Saat masih... read more »

sumilah.2a

RIP | Maria Goretti Sumilah

Selasa, 27 Maret2018; jam 19.30 wib di RS Panti Rini, Kalasan Sleman Maria Goretti Sumilah, lebih dikenal dengan Bu Milah, sesungguhnya adalah korban “salah tangkap” pada suatu operasi militer... read more »