KAMI BERNYAWA
Butiran Aksara Untuk Tragedi 65
Puisi: Okty Budiati | Oktober – November 2016
I
AKAR
Pohonan menepi jelajah
Renda daun-daun bercerita
Pandora jejak telisik serat
Pada kisah yang masih terpendam
Merebah di antara aksara
Sunyi ranting menata arah
Mahkota jatuh merah
*terinspirasi lukisan “Forest People Talking II” Andreas Iswinarto
II
Malam berbatu
Selaput lumut koyak
Guguran rumpun
*terinspirasi lukisan Andreas Iswinarto
III
RESONAN
Gurat merupa
Hujan angin bidik kornea
Mati terpenggal
Gema hidup tumpul
Tubuh-tubuh terarsir
Dalam arwah melebur
Sengketa nyawa
*terinspirasi lukisan Andreas Iswinarto
IV
DUKA
Kelopak remang
Sesak nafas
Debu dihapus
Suara sunyi
Dari katup terkunci
Propaganda dusta
Menganga
Berputar
Beku merayap
Mengunci bathin
Manusia di kolong langit
Tiada hidup
Menderu
Dalam ringkih
*terinspirasi lukisan Andreas Iswinarto
V
POHON
Urat ranting hati
Senyum jeruji ideology
Kaki-kaki berdiri
Dalam torso yang sepi
Bisikan ilusi
Bulan sabit
VI
GENOSIDA
Deret wibawa tambal sulam
Nama-nama berganti nisan
Bidak catur baris mengangkang
Pada gerilya mangku bumi
VII
LACRIMOSA
Hijau guguran daun
Mata angin bersimpuh
Sebelum mentari tergantung
Pada Tuan Segala Hamba
Pekat tanah retak
Ribuan nyawa direbahkan
Jalan hilang
Abu-abu
VIII
KUASA
Tiga politik pecut
Selundup topeng bayangan
Memori busuk ditancapkan
VIX
Ilalang luruh
Merah membujur bisu
Menjelang subuh
X
Lubang Buaya
Malam dalam seksama
Fitnah menubuh
Merayap kisah kelam
Perempuan tertikam
XI
OKTOBER 65
Terlahir telanjang
Bulan sekelam jahanam
Embrio meretas tegas
Dalam bedil neo liberal
Negara onani di kandang



Your comment?