Tag Archives Tapol 65

GEGER GESTOK 65: Gumbul "Tirto Giri Kalangan" pada masa Tragedi 65 gagal dijadikan lokasi kuburan massal (mass-graves) meskipun telah diperintahkan otoritas militer masa itu {Foto: YPKP'65 Pacitan]
Cokrokembang, Bumi yang Menolak Jadi Kub...

Cokrokembang, Bumi yang Menolak Jadi Kuburan Massal 65

Pucuk gunung Lawu (yang sekarang pajal bagian puncaknya) dalam suatu legenda tutur perbatasan Magetan – Ngawi tengah dipikul punakawan Semar, Gareng dan Petruk. Dari tempatnya, potongan gunung ini dibandhet tali gulma sembukan dan dipikul kayu pohon ketela. Dalam perjalanannya ke arah... read more »

Mardadi Untung (81) kembali berkacamata, di masa pemulihan penglihatannya [Foto: Humas YPKP 65]
Trauma Screening dan “kembalinya mata” M...

Trauma Screening dan “kembalinya mata” Mardadi Untung [3]

Namun keajaiban dan kenyataan adalah dua perkara yang sama sekali berbeda, hingga pada suatu pekan ketiga menjelang akhir tahun 2017; gelisah memaksa mata abnormalnya tak bisa terpejam 4 hari 3 malam. Bayangan bahwa dunia di sekitarnya bakal gelap mengantar hari tuanya, begitu merisaukannya. Dia... read more »

LPSK: Mardadi Untung. 80 tahun, didampingi putrinya Anggita tengah diperiksa petugas dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) saat menunggu pemeriksaan di Klinik Mata Nusantara Kebonjeruk, Jakarta (29/11) dalam persiapan operasi mata {Foto" Humas YPKP'65]
Trauma Screening dan “kembalinya mata” M...

Trauma Screening dan “kembalinya mata” Mardadi Untung [2]

Cerita Screening Mardadi Untung diciduk militer sebelum ia berangkat ke Jakarta atas ajakan Nyoto yang mempermanai kekuatan sketsa dari karyanya. Nyoto adalah redaktur Harian Rakyat kala itu, dimana Mardadi Untung rajin memasok cergam bersambung seperti komik Wolter Monginsidi dan Untung Suropati... read more »

MARDADI UNTUNG: Pelukis Mardadi Untung, 80 tahun, di depan karya yang belum diselesaikannya lantaran keburu mengalami kebutaan karena menderita katarak [Foto: Humas YPKP'65]
Trauma Screening dan “kembalinya m...

Trauma Screening dan “kembalinya mata” Mardadi Untung [1]

Meski bukan musim kemarau, kota Pemalang begitu gerahnya siang itu, mungkin juga siang pada hari-hari lainnya di wilayah Pantura Jawa. Tapi ketika kami tiba, rumah kost besar dengan serambi terbilang luas pun belum cukup menyusutkan suhu udara yang memicu kucuran peluh. Rumah kost di Pelutan ini... read more »

MARTIN ALEIDA: Penulis buku "Tanah Air Yang Hilang" Martin Aleida tengah memaparkan pandangannya (15/11/2017) di depan aktivis dan mahasiswa Indonesia di Leiden. [Credit-Photo: Tossy]
Martin Aleida: “Kejahatan Itu Haru...

Martin Aleida: “Kejahatan Itu Harus Dibuka”

Aboeprijadi Santoso “Hatta dan Sjahrir ditawan Belanda di Boven Digul. Selama itu, mereka digaji dan boleh baca buku. Itu Belanda yang menjajah kita 350 tahun”. Begitu ujarnya. Bagaimana dengan penguasa Indonesia, bagaimana bangsa kita? Dengan kata lain, bagaimana moral para pencipta kamp... read more »

Para pegiat YPKP 1965 wilayah Pati berdoa di lokasi yang diyakini merupakan kuburan massal di Desa Grogolan, Kabupaten Pati.

Ditemukan ‘kuburan massal korban kekerasan 1965 ‘ di Purwodadi, Jawa Tengah

Heyder Affan | 16 November 2017 Sejumlah lokasi di wilayah Purwodadi, Jawa Tengah, diyakini sebagai tempat kuburan massal, pembuangan mayat, serta lokasi eksekusi orang-orang yang... read more »

Ishak, bekas anggota pasukan Cakrabirawa. Foto: Muhammad Ridlo/KBR.

Pengakuan Anggota Cakrabirawa: Di Lubang Buaya Hanya Ada Militer

Jumat, 20 Okt 2017 17:05 WIB | Muhamad Ridlo Susanto “Saya hanya diperintah Letkol Untung supaya ikut ke Lubang Buaya. Di sana adanya ya militer dari Angkatan Udara, Angkatan Darat,... read more »

Sulemi, bekas anggota pasukan Cakrabirawa. Foto: Muhammad Ridlo/KBR.

Pengakuan Anggota Cakrabirawa: Kalau Minta Ampun ke Soeharto, Lebih Baik Saya Mati

Jumat, 20 Okt 2017 16:40 WIB | Muhamad Ridlo Susanto  “Kalau suruh minta ampun kepada Pak Soeharto, ya maaf lebih baik saya ditembak mati saja. Bagi saya haram. Saya sudah sakit... read more »

Tahanan politik perempuan di Kamp Plantungan.

Tujuh Tahanan Politik Perempuan di Kamp Plantungan

Nur Janti | Rabu 04 Oktober 2017 WIB Tahanan politik perempuan ini orang-orang terdidik yang beraktivitas dalam politik, seni, dan pendidikan. Diasingkan di Kamp Plantungan selama belasan... read more »

Bambang Ruswanto (Kredit Foto: Lpm Perspektif)

Dari Banyuwangi Hingga Surabaya, Kantongi Memori Kelam ‘65

28 September 2017 Tidak mudah bagi seorang Bambang Ruswanto Tikno Hadi untuk hidup pasca-65. Hanya menjadi seorang guru di Sekolah Rakyat, lantas Ruswanto harus kejar-kejaran dengan militer dari... read more »