Tag Archives Tapol 65

soeharto
Membunuh Palu Arit di Utara Celebes

Membunuh Palu Arit di Utara Celebes

Oleh: Andre Barahamin – 7 November 2019 Beberapa orang, bercerita tentang masa-masa kritis di awal Oktober 1965. Mengisahkan teror yang berlangsung di jazirah utara Sulawesi. MAHADI SIMBALA baru saja menamatkan sekolahnya dan merupakan anggota pimpinan tingkat kabupaten Bolaang Mongondow... read more »

RiP | Ibu Soerip Pandu Sardjono, 84 th.
Lelayu | Tak ada lagi senyum Bu Pandu...

Lelayu | Tak ada lagi senyum Bu Pandu….

Lilik HS Siang itu, Bu Pandu datang ke kantor Sekber 65, Solo dengan senyum tak henti merekah. Semua orang disalami. Ia baru pulang dari RS Moewardi untuk operasi bedah mulut dan pasang gigi. Sebarisan gigi depan yang sudah 10 tahun ludes dimakan usia, diganti dengan gigi palsu. Putih. Berbaris... read more »

SUDARNO: Mantan tahanan politik (tapol) 65, Sudarno, yang menjadi penyembuh terapi akupunktur tengah melakukan pemeriksaan awal sebelum terapi dijalankan [Foto: Humas YPKP 65]
Dari Penyintas Tragedi 65 ke Penyembuhan...

Dari Penyintas Tragedi 65 ke Penyembuhan Trauma [1]

Adalah Sudarno, penyintas tragedi 1965 dari Kajen yang jadi penyembuh bagi korban dan penyintas lainnya. Ia dikenal luas, terutama di kalangan mantan tahanan politik (eks Tapol) di wilayah Pekalongan Jawa Tengah. Pada 1979, selesai ia dibebaskan dari 9 tahun menghuni “inrehab” (kamp kerja... read more »

mamiek2
Selamat Jalan Christina ‘Mamiek...

Selamat Jalan Christina ‘Mamiek’ Sumarmiyati…

Christina Sumarmiyati [5 Juli 1946 – 22 April 2019] “Saya ditelanjangi dan disuruh naik ke atas meja. Mereka membakar kemaluan saya dan menyiksa saya..” Terdengar suara kesaksian di ruangan itu. Gema suaranya merujit-rujit isi hati semua yang tengah berada di ruangan itu.... read more »

KEYANG: Jembatan Keyang, saksi bisu pembantaian massal para korban Tragedi 65 di Jetis, Ponorogo [Foto: Humas YPKP 65]
Dari Koblen ke Nusakambangan dan Buangan...

Dari Koblen ke Nusakambangan dan Buangan Pulau Buru [2]

Kisah Tapol Pulau Buru Musibah Pertama Unit S Pada keesokan paginya beberapa Tapol diperintahkan kembali ke Namlea untuk mengambil barang-barang yang masih tertinggal di kapal. Rudy merasa tak sanggup untuk tugas menempuh perjalanan kembali ini dan memilih tinggal di Unit 19 untuk memulai... read more »

KEYANG: Jembatan Keyang, saksi bisu pembantaian massal para korban Tragedi 65 di Jetis, Ponorogo [Foto: Humas YPKP 65]

Dari Koblen Ke Nusakambangan dan Buangan Pulau Buru [1]

Kisah Tapol 65 Ponorogo Rumah kontrakan itu tak seberapa besar, bahkan tergolong kecil. Petaknya hanya terdiri dari kamar tidur dan ruang dapur. Bagian depan serupa teras yang hanya muat... read more »

YPKP 65: Mengorganisasikan kembali  YPKP 65 Cabang Pemalang [Foto: Humas]

Korban Tragedi 65 Pemalang Bangun Kemandirian

Temu Korban Tragedi 65 Kendalsari Membangun kemandirian kolektif bagi para korban/ penyintas di tengah mandeknya upaya penyelesaian kasus kejahatan HAM berat dalam tragedi 1965-66 dan... read more »

Photo-Credit: Bedjo Untung [ist]

Obituari: Trikoyo Ramidjo

Trikoyo Ramidjo   [27 Februari 1926 – 27 Februari 2019] Tri Ramidjo, Lahir di Grabag Mutihan, Kutoardjo Jawa Tengah, 27 Pebruari 1926; dari ayah Kyai Dardiri Suromidjojo Ramidjo (Kyai... read more »

SAYUDI:  Sayudi, 84 tahun (berdiri nomor 2 dari kanan) dalam foto bersama Ketua YPKP 65 Bedjo Untung yang berkunjung ke Brebes [Foto: Humas YPKP 65]

Jejak “Ruyung Kawung” di Sindangheula

 Catatan Tragedi 1965-66 Sindangheula Tragedi 1965 di Sindangheula menyisakan trauma mendalam di kalangan korban. Di perbatasan Jawa Barat dan Tengah yang masuk wilayah Brebes ini pun... read more »

SETUMBU: Roedi Subroto, penyintas Tragedi 65 tengah menunjuk lokasi kuburan massal Setumbu, pada 2 titik yang berbeda di atas tanah keluarganya [Foto: Humas YPKP 65]

Pembunuhan Tapol 65 Setumbu

Sri Sumarsih adalah kembang desa Slahung. Pada suatu senja bulan Oktober 1965, saat ia tengah menyeterika di balik jendela ruang depan, dilihatnya gerombolan jagal desa itu. Rumah ortunya ini tak... read more »