Lagi, Diskusi Bertema 1965 Dibubarkan Polisi Malang

1235 Viewed Redaksi 0 respond
PEMBUBARAN: Beberapa intel polisi dan militer berpakaian preman menerobos masuk lokasi diskusi yang digelar PPMI di Albar Cafe, Malang (Jatim). Nampak intel polisi (pakaian abu-abu) menemui salah satu pembicara diskusi seusai menghentikan paksa [Foto: Doc]
PEMBUBARAN: Beberapa intel polisi dan militer berpakaian preman menerobos masuk lokasi diskusi yang digelar PPMI di Albar Cafe, Malang (Jatim). Nampak intel polisi (pakaian abu-abu) menemui salah satu pembicara diskusi seusai menghentikan paksa [Foto: Doc]

MALANG – Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) Malang harus berdebat panjang dengan pihak rektorat Unisma (Universitas Islam Malang) untuk dapat menggelar diskusi ilmiah bertema “Marxisme dan Kekerasan 1965” di kampus (29/9) itu. Pasalnya, pihak rektorat kampus secara sepihak melarang diskusi ini yang didalihkan sebagai dapat “mencoreng nama baik” kampus islam.

Tentu saja, dalih seperti ini dinilai sangat tak masuk akal dan otoriter. Di luar kampus, rupanya kencang pula intervensi bergaya militer yang makin anti tradisi ilmiah yang tengah menggairahkan banyak kampus. Pihak panitia diskusi ini mengabarkan mendapat tekanan dan intimidasi dari luar, yang berujung pada pelarangan rektorat atas digelarnya diskusi.

 

Aktivis pers kampus yang memprakarsai acara ini, meski gigih dalam argumentasi; akhirnya harus mengendur untuk menghindari debat kusir dengan otoritas kampus. Pada akhirnya acara diskusi yang sudah dipublis ini diboyong ke tempat lain di luar kampus; opsinya di Jelata Cafe agar tidak terlalu jauh dari lokasi semula.

Ternyata intimidasi yang memang telah berlangsung sejak Kamis (29/9) pagi hari itu, tak berhenti sampai menjelang acara digelar. Pada situasi dimana tekanan kepada PPMI Malang sebagai penyelenggara diskusi ini makin menguat; akhirnya diputuskan diboyong lagi ke Albar Cafe.

Untuk sesaat, aparat intel gaya melayu kecolongan langkah. Meski akhirnya diskusi yang menghadirkan dua pembicara ini dibubarkan polisi pada jam 21.05 wib; menjelang ditutup sesuai jadwal ketetapan panitia.
Dua pembicara diskusi masing-masing Roy Murtadho (Pemred Islam Bergerak) dan Bedjo Untung (Ketua YPKP’65 Pusat) lestari memaparkan materinya; sebelum akhirnya dievakuasi oleh panitia yang sigap… [hum]

Don't miss the stories follow YPKP 1965 and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
misbach-tamrin_interogator

Interogasi | 4

Keterangan Gambar : Kirno, sedang menunjukkan lokasi kuburan massal Singaranting. Kuburan ditandai dengan Pohon Puring. Pada geger 1965, ia bertugas menggali kuburan untuk orang-orang yang dituduh PKI. [©Beritagar / Aris Andrianto]

Lubang-lubang di Singaranting

Related posts
Your comment?
Leave a Reply