Untuk [Tujuan] Apa Hantu Komunisme Dipelihara ?

295 Viewed Redaksi 0 respond
paring-wu

Catatan: Paring Waluyo Utomo

Komunisme telah mengalami kebangkrutan baik secara ideologis maupun politis. Wajah negara-negara komunis hari ini adalah pembaruan atas berbagai ketentuan baku dari Leninis maupun Stalinis, bahkan Maois sekalipun.

Karena bangkrut secara ideologis maupun politis, lucu jika kemudian komunisme dianggap ancaman. Berbagai reproduksi atas isu kebangkitan komunisme akhir-akhir ini, menurutku, bagaikan menghembuskan adanya hantu.. Padahal sudah dikubur habis seiring dengan berakhirnya Uni Soviet.

Reproduksi isu akan kebangkitan komunisme sejatinya alat untuk menghentikan berbagai gerakan rakyat yang menuntut keadilan seperti landreform dan lain-lain. Naif jika gerakan ini dilekatkan dengan kebangkitan komunisme.

Alih-alih bangkit, bahkan secara akademik telah banyak penyajian tentang kegagalan ideologi ini. Banyak kaum Marxist sendiri yang mengkritik, misalnya kelompok Frankfurt School yang dipelopori Horkhoimer hingga Habermas. Malah yang senyatanya ancaman terhadap Pancasila dan keutuhan NKRI, adalah revivalism islam kanan; tetapi malah disepelekan.

Malah oleh tentara yang harusnya jadi penjaga negara mengajak mereka bermitra, berkolaborasi dalam aksi bela negara.. Ini sungguh menunjukkan betapa ada wajah ganda. Di depan publik mereka berkata penjaga setia Pancasila, Konstitusi dan NKRI, tetapi di belakang kita, mencuat kabar mereka kerja kerja kolabratif.

Cerdaslah wahai rakyat… Kita harus bisa membedakan kecintaan kita dan kesalehan kita dalam berislam. Menjadi islam tidak harus menjadi Taliban atau Arab. Islam Indonesia adalah dialog kultural secara damai antara keislaman dan keindonesian. Mewajah dalam hibriditas “baru” dengan tidak saling menegasikan.

Jangan tertipu dengan kemasan kemasan bahwa seolah-olah semua yang bawa-bawa islam akan mewajahkan islam yang penuh rahmat. Sebagian yang bawa-bawa islam justru mencoreng islam. Belakangan islam malah dijadikan alat hasut dalam berpolitik, dan memecah belah bangsa yang beragam ini.

Musuh musuh Pancasila era kekinian adalah keislaman yang tidak bersedia dalam bingkai NKRI. Keislaman yang digunakan sebagai bargaining politik.

Ingat mereka ini tidak pernah puas dengan format NKRI sejak negara ini didirikan, dan terus merongrong dengan berbagai jalan dan kesempatan.

https://www.facebook.com/paring.utomo?hc_ref=NEWSFEED&fref=nf

Don't miss the stories follow YPKP 1965 and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Ilustrasi kerukunan beragama di Indonesia. (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)

Dewan Kerukunan Berpotensi Memupus Asa Korban Kasus HAM

Salahsatu karya sastra AW Sardjono "Ismoyo Tiwikromo"

Letkol Ahmad Yadau

Related posts
Your comment?
Leave a Reply