Menteri Agama Nilai Komunisme seperti Hantu untuk Menakut-nakuti

489 Viewed Redaksi 0 respond
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (16/1/2017)
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (16/1/2017)

Selasa, 24 Januari 2017 | 17:34 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, komunisme belakangan kerap didengungkan sejumlah pihak laksana hantu yang digunakan untuk menakut-nakuti publik.

“Siapa, sih, yang diduga komunis saat ini? Itu jangan-jangan hantu yang sedang dibangunkan lagi untuk menakut-nakuti kita,” kata Lukman di Jakarta, Selasa (24/1/2017).

Ia mengatakan bahwa komunisme di Indonesia sudah lama mati. Di negara lain, komunisme juga tidak berkembang menjadi landasan ideologi, bangsa kecuali di beberapa negara.

Menurut Lukman, sejumlah negara yang konsisten mempraktikkan komunisme justru membuat rakyatnya tertekan, seperti Kuba dan Korea Utara.

Sementara itu, China yang dikenal sebagai negara komunis juga mempraktikkan sistem kapitalis.

“Negara manakah yang masih mampu bertahan dengan fondasi komunisme? China, mereka kini jauh lebih kapitalis ketimbang negara lain,” kata Lukman.

Lukman mengaku sebagai seorang yang optimistis bahwa komunisme tidak akan tumbuh subur di Indonesia. Pada masa kini, komunisme sudah tidak relevan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pancasila, kata dia, terbukti mampu membendung perkembangan komunisme di Indonesia.

“Mungkin respons saya terlalu berlebihan. Akan tetapi, saya ingin menegaskan bahwa kita tak boleh larut dengan isu yang tak punya basis fakta,” ucapnya.

(Anom Prihantoro/ant)

http://nasional.kompas.com/read/2017/01/24/17341711/menteri.agama.nilai.komunisme.seperti.hantu.untuk.menakut-nakuti

Don't miss the stories follow YPKP 1965 and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in
Illustrasi: Aksi Kamisan ke 744; 10 tahun

SATU DEKADE KAMIS HITAM

jakpos_kamisan447

Diskusi Publik “Penyelesaian Hukum dan Kasus Pelanggaran HAM”

Related posts
Your comment?
Leave a Reply