Redupnya Api Reformasi: Catatan Akhir Tahun Hukum dan HAM 2017

43 Viewed Redaksi 0 respond
lbh_catahu2017

Lembaga Bantuan Hukum Jakarta (LBH Jakarta) kembali mengeluarkan Catatan Akhir Tahun (Catahu) sebagai bentuk pertanggungjawaban atau akuntabilitas kerja LBH Jakarta kepada publik. Catahu juga sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada klien, paralegal, jaringan kerja, Solidaritas Masyarakat Peduli Keadilan (SIMPUL), dan donatur LBH Jakarta. Catahu terdiri dari jumlah pengaduan dan pencari keadilan selama setahun, laporan masing-masing bidang advokasi, Bidang Kampanye Strategis, Bidang Pusat Dokumentasi Bantuan Hukum (PDBH), dan Bidang Penggalangan Dana Publik. Catahu LBH Jakarta juga menampilkan sumber keuangan, pengeluaran, dan audit keuangan LBH Jakarta oleh Kantor Akuntan Publik.

Selain laporan, Catahu juga berisikan refleksi LBH Jakarta terhadap situasi HAM, rule of law, dan demokrasi. Tahun 2016 LBH Jakarta mengangkat judul Mundurnya Demokrasi dan Kalahnya Negara Hukum. Walaupun situasi tidak banyak berubah, kali ini LBH Jakarta mengangkat judul “Redupnya Api Reformasi”. Refleksi tersebut bukan hanya refleksi LBH Jakarta sendiri melainkan refleksi banyak organisasi masyarakat sipil dalam berbagai rapat konsolidasi selama tahun 2017. LBH Jakarta berharap agar “Api Amanat Reformasi” kembali dinyalakan dan menjadi tonggak penyatu kelompok masyarakat sipil untuk menghadapi tahun politik pada 2018 dan 2019 nanti.

Catahu juga merupakan refleksi terhadap internal LBH Jakarta karena kami sadar ada banyak kekurangan; masih banyak kasus yang belum terselesaikan, pencari keadilan tidak mendapat pelayanan terbaik atau bahkan tidak tertangani, masih banyak kebijakan yang tidak adil belum kami batalkan, lemahnya pengorganisasian, riset yang kurang mendalam, dan berbagai permasalahan lain. Semua refleksi tersebut menjadi bahan LBH Jakarta dalam menyusun program kerja 2018 yang akan dilaksanakan pada awal Januari 2018.

Sumber:  BantuanHukum
Don't miss the stories follow YPKP 1965 and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Di Gedung Agung Yogyakarta, Oemiyah dan Ngaisyah menurunkan bendera Jepang pada September 1945. Sumber: Wikimedia.org.

Perempuan Yogyakarta dalam Perjuangan

pram_bbc

Mengenal Pramoedya Ananta Toer lebih dekat lewat catatan dan surat-surat

Related posts
Your comment?
Leave a Reply