Komunis Pembela Palestina

147 Viewed Redaksi 0 respond
ilustrasi
ilustrasi
  • Sumanto Al Qurtuby

Dalam sejarahnya, salah satu kelompok di Palestina yang gencar membela kedaulatan teritori Palestina dari serangan dan okupasi kaum Zionis dan otoritas Israel adalah jamaah komunis.

Seperti dilansir oleh International Communist Press, kelompok komunis Palestina menyerukan kepada semua pihak untuk bersatu padu melawan kaum Zionis dan otoritas Israel serta jangan percaya kepada Amerika, Uni Eropa dan NATO yang hanya membela kepentingan orang-orang kaya.

Ada cukup banyak karya akademik yang mengulas tentang ini. Foto di bawah ini adalah logo Partai Komunis Palestina (al-Hizb al-Syuyu’i al-Filastin) di bawahnya tertulis seruan kepada seluruh buruh di dunia untuk bersatu.

Di antara para tokoh komunis beken Palestina yang getol membela teritori Palestina serta anti Zionis adalah Basyir Barghouti, Abdul Majid Hamdan, Bassam Al-Salhi, Nafiz Ghunaim, Sulaiman al-Najjab, Mustafa Barghouti, dlsb.

Perlu cicatat: menjadi komunis tidak otomatis menjadi ateis karena komunisme dan ateisme itu sebuah “pandangan dunia” atau filosofi yang berbeda. Jika ateisme itu lebih ke “teologi-keagamaan”, maka komunisme itu sebuah filosofi dan ideologi politik-ekonomi. Karena itu jangan heran kalau banyak “kaum teis” (baca: umat beragama) yang menjadi aktivis partai dan organisasi komunis.

Partai Komunis Palestina termasuk yang tertua (berdiri pada 1920an) di antara partai-partai komunis di Timur Tengah. Meskipun partai ini beberapa kali ganti nama (misalnya pada 1982, partai ini menjadi Partai Rakyat Palestina) tetapi spirit Komunisme tetap menyala. Ada juga beberapa pentolan partai yang masih menggunakan nama komunis hingga kini.

Partai Komunis Palestina bukan satu-satunya partai politik yang berhaluan kiri. Ada lagi partai berhaluan kiri lain di Palestina seperti Democratic Front for the Liberation of Palestine (al-Jabhah al-Dimuqratiyyah Litahrir Filastin), sebuah partai Marxist-Leninist yang militan-sekuler, dan Palestinian Democratic Union (al-Ittihad al-Dimuqrati al-Filastin). Mereka semua masuk anggota PLO, sebuah organisasi pembebasan Palestina.

Tentu saja partai berbasis Marxisme-Komunisme-Leninisme ini bukan tergolong partai politik dominan dan mayoritas di Palestina. Parpol dominan di Palestina adalah Hamas dan kemudian Fatah. Tetapi semua partai politik di Palestina (ada 7 parpol yang mendapat kursi di parlemen) memiliki komitmen yang sama, yaitu memperjuangkan kedaulatan teritori Palestina, meskipun cara yang mereka tempuh berlainan.

Kesatuan dan persatuan antara kelompok Islamis (diwakili Hamas) dan Komunis dalam membela teritori, nasionalisme, dan kedaulatan Palestina itu wajar saja karena memang Palestina adalah “Tanah Air” mereka.

Yang tidak wajar itu adalah sejumlah kelompok di Indonesia yang membenci setengah mati terhadap “Tanah Air” mereka sendiri tetapi tol-getol kampanye membela “Tanah Air” orang dan bangsa lain.

Inilah barisan kelompok “jambu monyet” (awas “jambu monyet” bukan “jembut monyet”) yang sering njomplang dalam pemikiran dan perbuatan.

Jabal Dhahran, Jazirah Arabia

Don't miss the stories follow YPKP 1965 and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
tirto_papua65

1965: ‘Kekerasan Brutal’ Perdana Militer Indonesia di Papua

HAM-PBB: Pertemuan dengan Komisi Tinggi HAM PBB (5/2) di Komnas HAM Jakarta. Ketua Komisi Tinggi HAM-PBB, Zeid Ra'ad al Hussein (kedua dari kiri, berdasi) mengunjungi Indonesia dan bertemu dengan beberapa NGO di Jakarta.

YPKP 65 Desak Komisi Tinggi HAM PBB Ambil Alih Kasus 1965

Related posts
Your comment?
Leave a Reply