Sejak Hari itu mereka dieksekusi “hilang” hingga hari ini

333 Viewed Redaksi 0 respond
Ilustrasi: Sketsa Mardadi Untung (ist)
Ilustrasi: Sketsa Mardadi Untung (ist)

Catatan Hari HAM Internasional Ke 69 | Astaman Hasibuan 

Pengantar Martin Aleida: Mereka orang-orang yang punya nama di tengah masyarakat yang ingin mereka muliakan. Tapi di mana Sibarani, Untung Abdullah, Sj Andjasmara, Noor Tambi dan ratusan kalau bukan ribuan yang dipenggal dan dilemparkan ke Sungai Asahan, Sungai Silau, Sungai Ular..!
Di kampungku, kata kakakku, berbulan-bulan penduduk tak sampai hati makan ikan lantaran di bawah hidung mereka hanyut tubuh sanak-famili mereka sendiri.
Kejam dan bengislah Nazi-Hitler tapi belum terbaca risalah dia membantai Yahudi, Sosialis, Komunis, Orang Cacat, Bencong dan Gypsy dan menakik leher mereka serta mencampakkanya ke sungai Rhein …

***

Limapuluh dua tahun yang lalu, 10 Desember 1965, bersamaan di hari itu pula huru-hara terjadi, bukan hanya penangkapan terhadap orang-orang yang terindikasi pada Partai Komunis Indonesia (PKI).

Satu tiruan yang diwariskan kolonial Belanda di Batavia, pembakaran dan perampokan terhadap rumah-rumah kediaman orang-orang Tionghoa, pembunuhan dan pemerkosaan. Rasist. Menambah keberingasan bangsa ini, yang sudah terkenal ke seantero bangsa di dunia sebagai bangsa Timur yang “ramah tamah”.

Mendekat malam, dihari itu di TPU A, MAPOMDAM II Bukit Barisan, Jalan Sena Medan, 8 (delapan) nama dibacakan petugas jaga Corp Polisi Militer.

  1. Saibun Sinaga, 46 tahun, Pimpinan SOBSI – Sentral Organisasi Buruh Seluruh Indonesia- Sumatera Utara;
  2. Sudirman, 45 tahun, Wakil Sekretaris Commitee Kota Medan, Wakil Ketua Front Nasional Kota Medan;
  3. Tan Foe Kiong, 35 tahun, Penanggungjawab/ Pimpinan Redaksi “Gotong Royong”, Sekretaris PWI Cabang Medan;
  4. Imran Djoni, 35 tahun, Ketua PWI Medan, Kepala Kantor LKBN “Antara” Medan, Penggungjawab/ Pimpinan Redaksi Harian “Bendera Revolusi” organ PNI (Partai Nasional Indonesia), Ketua PWI Cabang Medan;
  5. Margono, 40 tahun, Pimpinan BTI dari Percut Sei Medan;
  6. Diapari Siregar, 40 tahun, Pimpinan SBLG (Serikat Buruh Listrik dan Gas);
  7. Sopar Silalahi, 43 tahun, Dewan Harian Commitee Daerah PKI Tapanuli;
  8. Muchtar Naam, 33 tahun, eks Sekretaris Pimpinan Daerah Besar Pemuda Rakyat – Sumatera Utara;

9. Dari Penjara Jalan Listrik Medan: Martin Saragih (27 tahun, Ketua CGMI Sumatera Utara).

Juga hari itu dari Markas SUDAM I, MAKODAM II Bukit Barisan diambil.

  1. Sumarno Hasibuan, 50 tahun, anggota Dewan Harian-DH Commitee Daerah Besar PKI Sumatera Utara, anggota DPRD-GR Sumatera Utara)
  2. Anwar Djambak, 45 tahun, Sekretaris Commitee Kota PKI Medan, anggota DPRD-GR Medan;
  3. Nurwan Dita, 45 tahun, Penghubung I, Aceh;

Sejak hari itu mereka dieksekusi, dari kurungan militer: “hilang”, hingga hari ini, tanpa ketukan palu-hakim di mahkamah manapun. Dan kejahatan kemanusiaan ini berlanjut hingga akhir tahun 1967-1968. Diawali dari sini, hari itu di Jalan Sena Markas Polisi Militer Komando Daerah Militer II Bukit Barisan. Penjara Jalan Listerik Negara, Penjara Sukamulia Lalan Palang Merah Indonesia Medan. (has)

Don't miss the stories follow YPKP 1965 and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
koperham

Deklarasi Koalisi Peringatan Hari HAM (Koper HAM)

Ilustrasi: Peristiwa Madiun 1948 [Photo-Credit: splicetoday.com]

Antara “Lubang Kerbau” dan “Perang Sabil”

Related posts
Your comment?
Leave a Reply